2 Orang Perempuan Lulus SeleksiAnggotaKPU Kota Gunungsitoli

5 Anggota KPU Incumbent NongolLagi

Kota Gunungsitoli, Beritalima.com

Berdasarkanhasilseleksitertulis, teskesehatan, dantespsikologi, Tim SeleksiCalonAnggota KPUD Kota Gunungsitolimengumumkannama-namacalonAnggota KPU Kota Gunungsitoli yang memenuhipersyaratanuntukmengikutiseleksiwawancara, dari 10 nama yang diumumkanterdapat 5 anggota KPU Incumbent sehinggahasilnyabanyakdiragukanolehpubliknamun 2 orang perempuanmasuknominasi 10 besarhasilpengumumantimseleksianggota KPU Kota GunungsitoliNomor : 23/TS-KPU.GST/IX/2013

Penetapan 10 namahasilseleksianggota KPUD Kota Gunungsitoli yang ditetapkantimseleksianggota KPUD Kota Gunungsitoli yang diketuaiH.Dra. MawarniTelaumbanua,MMdipertanyakantermasuk LSM. Pasalnyadari 39 namacalonanggota KPUD yang mengikuti proses seleksidan  wawancarahinggapenetapan 10 namacalonanggota KPUD yang di kirimkeProvinsi Sumatera Utara ,5 anggota KPUD incumbent masihnongoldandipertahankanlagimeskipunkinerja KPUD Kota GunungsitolibanyakmenuaikecamandariberbagaipihakterkaitpelaksanaanPemilihanselamainisehinggakredibilitastimseleksicalonanggota KPUD Kota Gunungsitolimulaimenimbulkanpolemik di masyarakat.

Salah seorangActivisPemudaMuhammadiyah Kota Gunungsitoli, SudirmanMendrofamengatakan" Masyarakatlah yang memberinilaisebuahkinerja yang dihasilkansebuahinstitusitermasuk KPUD Kota Gunungsitolidimanaselamainikitamelihatkinerja KPUD Kota Gunungsitolidariberbagaipelaksanaankegiatanpemilihanbanyaksekalikekuranganbahkancendrungtidaksiapmengembansebuahamanah yang di berikanjadikitasangatberharapkepada KPU Provinsi Sumatera Utara nantinyaagar benarbenarobjektif, cermat, selektifdanbukanberdasarkanpesananapalagimelihatprofil incumbent atautidakdaniniberbahaya" tegasnya

"BerdasarkanPeraturanKomisiPemilihanUmumNomor 02 tahun 2013 tentangseleksianggotakomisipemilihanumumprovinsidankomisipemilihanumumkabupaten/kotajelasmenggambarkanakanpentingnyaketerlibatanperempuanbaiksebagaitimseleksi KPU provinsidankabupaten/kotamaupunmenjadianggotakomisioner KPU provinsidankabupaten/kota. Sepertipasal 4 ayat 4, 5 dan 6  yangberbunyi : "Anggotatimseleksisebagaimanadimaksudpadaayat (1) danayat (2) berjumlah lima orang anggota yang berasaldariunsurakademisi, professional danmasyarakatataumelaluikerjasamadenganperguruantinggisetempat. Anggotatimseleksisebagaimanadimaksudayat (1) menyertakansekurang-kurangnya 30% keterwakilanperempuan. Anggotatimseleksisebagaimanadimaksudayat (2) memperhatikansekurang-kurangnya 30% keterwakilanPerempuan". Tandasnya

MenurutSudirmanyang jugamantanKetuaPemudaMuhammadiyahKabupatenNiasinimenuturkanbahwaPeraturanKPU tersebutkaumperempuansebenarnyamemilikipeluangdankesempatan yang besaruntukberpartisipasidalamduniapolitik, tidakhanyaberperan  sebagaipelengkapmemenuhikuota 30% sebagaimanadiharapkanoleh UU. Namundenganadanya UU inisetidaknyamembukaruangdanpeluangperempuan  untukmenjadipartisipanaktif , bukanlagisekedarpartisipanpasif. Peningkatanketerwakilanperempuansekurang-kurangnya 30 persensangatpentinguntukdirefleksikansekaligusdiimplementasikandalamkehidupanberpolitikkarenaakanmembuatperempuanlebihberdayauntukterlibatdalamberbagaipermasalahan yang selamainitidakmendapatkanperhatian, utamanyaterkaitdengankesetaraandankeadilan gender di berbagaiaspekkehidupan yang selamainitermarginalkan.

Dari hasilseleksitersebutinilahkelimanamabarutersebutyaituEndraAmriPolem,S.PdI yang aktifitassehariharisebagaisopirdisalahsatu Bank, FirmanNovrianusGea,SE, MarlindaHalawaactivisperempuanmuslimini yang mahirberbahasaasinginibahkansudahmelanglangbuanakeluarnegeri, Dra.RosminahTelaumbanua, SokhiatuloHarefa, danWahyudinWaruwu,SP  yang sehari-harisebagaiwartawan.

KepadaseluruhwargaNiasdankhususnya Kota Gunungsitolimarisecarasadar untuk lebih ketat mengawal proses seleksi timsel dan anggota KPUD di Kabupaten Kota di KepulauanNias, karena perlu diingat kelima anggota KPUD Kota Gunungsitoliyang memegang amanah ini adalah milik bangsa Indonesia dan rakyat Nias khususnya danbukan milik kelompok tertentu apalagi kepentingan tertentu, berikan kesempatan kepada mereka sebagai asset bangsa ini untuk dapat bekerja secara profesiona dan independen agar integritas kerja mereka benar benar mengacu kepada PKPU bukan berdasarkan kepentingan kelompok yang dominan atau kelompok yang berkuasa.
Harga independensi memang mahal maka lebih baik hidup tanpa ada ikatan apapun meski ikatan ituadalah alat yang potensial mempertaruhkan kebebasan dan kemerdekaan harga diri kitaterlahir sendiri maka matipun sendiri lalu mengapa masih sudi menjual kemerdekaan harga diri.@ s.mdv