Jamu Tradisional Obat Atau Racun



Beritalima.com banyuwangi
Di era modernisasi sekarang banyak kalangan orang yang ingin kembali ke masa lampau atau jaman konvensional atau cara-cara tradisional terlebih di dunia Pengobatan, meskipun dunia kesehatan saat ini penanganan ataupun cara pengobatan saat ini sudah canggih namun masih banyak orang yang melakukan pengobatan secara tradisional atau saat ini disebut tekhnik pengobatan alternative, ini dianggap lebih alami dan tidak menimbulkan efek samping selain itu biaya pengobatan alternative ini lebih murah dibandingkan dengan pengobatan kedokteran pada umumnya.Dengan mahalnya biaya berobat ini membuat orang beralih kepada pengobatan alternative atau cara pengobatan tradisional yang dianggap lebih murah dan lebih mujarab dibandingkan dengan pengobatan kedokteran pada umumnya, Kesempatan ini tentu tidak disia-siakan oleh para pengusaha jamu tradisional dalam hal ini jamu cair dalam kemasan botol baik kemasan 120 ml - 650 ml . Jamu tradisional yang semula berbahan rempah-rempah , daun, serta akar-akar berkhasiat kini hanya tinggal slogan atau label/etiket inggridents palsu semata, yang pada kenyataannya pembuatan jamu cair dalam kemasan botol ini sudah banyak mengesampingkan aspek-aspek kesehatan serta keselamatan konsumen penggunanya.mulai dari kemasan yang digunakan sampai dengan kandungan jamu tersebut sangat membahayakan bagi kesehatan konsumen, dalam hal kemasan yaitu botol yang di pergunakan adalah botol bekas yang diperoleh dari pengepul barang bekas yang kemudian di cuci yang mana jauh sekali dari standar bersih dan steril dari berbagai kuman dan bakteri, bahkan ditemukan banyak para pencuci botol yang mencuci botol di sungai dan tanpa pernah di bilas menggunakan air bersih dan ketika botol-botol ini sampai di pabrik jamu pun tidak pernah dilakukan sterilisasi sebelum di gunakan untuk mengemas jamu.ini sudah benar-benar menyimpang jauh dari kata Higienis.
Selain dari kemasan kandungan dari jamu ini juga membahayakan bagi konsumen dalam jamu cair ini terdapat Bahan Kimia Obat ( BKO ) yang biasanya terdiri dari, Dexamethasone, Analgesic, Parachetamol, Sibrutamin, Sidenafil dan Tadalafil, serta pemakaian bahan pengawet yang pemakaiannya hanya berdasarkan perkiraan saja, bahan pengawet yang digunakan biasanya adalah Sodium Benzoat,dan dalam proses pembuatannya tidak dilakukan oleh orang yang memiliki keahlian dalam bidang obat-obatan (Farmasi) hal ini jelas melanggar Undang-undang No.36 tahun 2009 pasal 98 ayat 2 tentang Kesehatan " Setiap orang yang tidak memiliki keahlian dan kewenangan dilarang mengadakan, menyimpan, mengolah, mempromosikan, dan mengedarkan obat dan bahan yang berkhasiat obat". Juga tidak sesuai dengan PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 003/MENKES/PER/I/2010
Dan apabila jamu botolan ini di konsumsi secara terus menerus akan dapat menimbulkan kerusakan pada hati dan ginjal,ini jelas merugikan terhadap kesehatan dan keselamatan konsumennya dan ini melanggar UU.Perlindungan konsumen No.8 tahun 1999, dan anehnya Produk Jamu botolan ini sudah berkali-kali terjaring Razia baik oleh B-POM maupun oleh Kepolisian tetap saja marak beredar di negeri ini, di Kabupaten Banyuwangi sendiri ada puluhan Pabrik jamu dan sebagian besar di ragukan akan legalitas serta keamanannya, maraknya peredaran jamu illegal dan berbahaya ini di duga adanya kongkalikong antara pengusaha jamu dengan beberapa Oknum instansi terkait dan juga oknum aparat penegak hukum, yang di duga telah menerima upeti setiap bulannya dari para pengusaha jamu botolan yang ada di Banyuwangi demi untuk melancarkan usahanya tersebut, bahkan ada kelompok-kelompok organisasi tertentu yang patut di duga mem back- up para pengusaha jamu nakal ini. Kalau hal ini dibiarkan terus menerus maka dampaknya akan merugikan masyarakat banyak terutama masyarakat awam pengkonsumsi jamu yang tidak mengerti tentang obat atau jamu serta efek sampingnya, terkait dengan permasalahan pruduk jamu illegal dan membahayakan ini pemerintah melalui instansi/lembaga terkait harus bertindak tegas terhadap oknum-oknum yang ikut bermain dalam usaha jamu cair ini, dan supaya mengkaji ulang terhadap keberadaan perusahaan jamu yang mayoritas di duga illegal. Bisa di pastikan apabila Jamu-jamu botolan yang beredar selama ini jika benar-benar dilakukan uji laborat akan diketahui hasilnya bahwa jamu tersebut tidak layak untuk dikonsumsi dan sangat membahayakan bagi para pemakainya. Apakah harus menunggu jatuh korban baru akan dilakukan penindakan ? Bersambung
( Abi / hari )
Powered by Telkomsel BlackBerry®