Jamaah Haji Indonesia Idap Gangguan Jiwa Capai 50 Orang



MAKKAH -- Selain gangguan kesehatan fisik, gangguan jiwa yang diidap calon jamaah haji menjadi fokus perhatian tim medis. Sedikitnya ada 40 jamaah haji yang mengalami gangguan jiwa.

"25 kasus di Madinah dan angka akumulasi hingga Senin 7 Oktober pukul 16.00 WAS mencapai angka 40 kasus menuju 50 kasus," kata Kabid Kesehatan PPIH Arab Saudi, DR Fidiansjah, di Daker Makkah, Selasa (8/10).

Ia mengatakan 12 pasien dari Madinah telah pulang ke kloter dan 13 pasien lainnya dari Madinah kini dirawat di BPHI. Untuk 15 pasien di Makkah juga sudah kembali ke kelompoknya.

Fidiansjah memperkirakan potensi kasus gangguan jiwa selama operasional haji diprediksi menyentuh angka 320 kasus sampai 480 kasus yang butuh penanganan gangguan jiwa.

"Ini lebih repot. Kalau gangguan fisik bisa ditidurkan. Kalau gangguan jiwa, mereka tidak bisa diam, aktif, dan dapat merepotkan jamaah haji lain di kloternya dan tim BPHI," ujar dia.

Menurut dia, jamaah haji yang mengalami gangguan jiwa mayoritas berusia 60 tahun ke atas.

Mereka akan menjalani proses isolasi dan diberi suntikan jangka panjang, misalnya dengan 1 kali suntik masa paparan obatnya mencapai 1 bulan.

Bagi jamaah haji yang mengalami gangguan jiwa berat dapat disafariwukufkan. Jamaah haji dengan gangguan jiwa sedang dapat dikembalikan ke kloter dan yang taraf ringan dapat konsultasi ke pembimbing ibadah.

BPHI, kata dia, memiliki 19 ruang rawat inap untuk pasien laki-laki dan 14 ruang rawat inap untuk pasien perempuan.

"CCTV juga ada untuk mengawasi pasien," kata dia.


(dtc/hes)
BeritaLima Cyber Media Group » www.beritalima.comwww.ipppk.comwww.apnpjatim.comwww.caleg-indonesia.com