Penggunaan Genset di Sumatera Tak Pengaruhi Konsumsi BBM untuk Listrik



JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mengklaim penggunaan genset untuk mengatasi krisis listrik di Sumatera Utara dan Riau tidak akan mempengaruhi konsumsi bahan bakar minyak untuk sektor kelistrikan sepanjang tahun ini.

Suryadi Mardjoeki, Kepala Divisi BBM dan Gas PLN, mengatakan BBM yang digunakan oleh genset itu sama dengan jumlah BBM yang digunakan oleh pembangkit reguler. Perseroan sendiri menyewa genset dengan total kapasitas 150 megawatt untuk memenuhi kebutuhan listrik di Sumatera Utara, dan genset kapasitas 50 megawatt di Riau.

"Saya rasa tidak akan menambah [konsumsi BBM], karena genset ini menggantikan pembangkit yang overhoul [dirawat]," katanya di Jakarta, Senin (7/10).

APBNP 2013 menargetkan penggunaan BBM sebanyak 6,3 juta kiloliter untuk sektor kelistrikan. Sedangkan dalam RAPBN 2014 pemerintah menargetkan penggunaan 6,1 juta kiloliter untuk sektor kelistrikan.

Selama ini PLN memang menggunakan BBM untuk menggantikan 50 miliar british thermal unit per hari (billon british thermal unit per day/BBtud) gas yang diperlukan untuk mengoptimalkan pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) Belawan.

Setiap harinya, badan usaha milik negara (BUMN) itu membutuhkan 1.400 kiloliter untuk menggantikan pasokan gas yang tidak bisa dikirimkan ke pembangkit dengan kapasitas 200 megawatt itu. 

(bsc/ra)
BeritaLima Cyber Media Group » www.beritalima.comwww.ipppk.comwww.apnpjatim.comwww.caleg-indonesia.com