Perbatasan Papua dan PNG Terasa Nyaman


Foto : Ellion Numberi
JAKARTA, beritalima.com - Masyarakat yang tinggal diperbatasan negara khususnya di Papua dengan Papua Nugini (PNG). Indonesia masih diatas dibanding warga Papua Nugini yang tinggal diperbatasan mencukupi kebutuhan pokoknya harus ke tanah Indonesia karena di Papua Nugini tidak difasilitasi oleh Pemerintah PNG.
Di perbatasan Papua dengan Papua Nugini, Pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) telah memberi fasilitas untuk warga Indonesia yang tinggal diperbatasan, baik infrastruktur jalan, lostrik, sekolah, pasar, dan fasilitas lain.
Apalagi yang tinggal diperbatasan tidak merasa diintimidasi atau ditangkap oleh aparat keamanan PNG walaupun warga Papua sering keluar masuk PNG tanpa menggunakan pasport melainkan hanya cukup dengan kartu lintas batas berwarna kuning.
"Warga yang tinggal diperbatasan dengan Papua Nugini itu memiliki hubungan emosional yang tinggi sejak lama karena Papua dengan Papua Nugini sama," tandas Elion Numberi.
Dijelaskan anggota Komite II DPD RI, warga Papua yang menggunakan kartu kuning, bisa digunakan untuk dalam jangka waktu satu minggu dan tidak dibatasi dan tidak dihitung jarak tempuh yang digunakan bagi pemilik kartu lintas batas.
"Dari Indonesia ke Papua Nugini cukup membawa kartu kuning dan tinggal laporan kepada aparat keamanan yang ada di Papua Nugini perbatasan," terangnya. dedy mulyadi