PK Terdakwa Pembunuh Munir Dikabulkan, Hukuman jadi 14 Tahun Penjara



JAKARTA -- Mahkamah Agung (MA) mengabulkan Peninjauan Kembali (PK) Pollycarpus dan mengurangi hukuman dari 20 tahun jadi 14 tahun. Pengacara Polly, M Assegaf tetap tidak puas dengan putusan itu karena bagaimana pun Polly bukanlah pembunuh.

"Tidak ada korting dan sebagainya. Sehari pun, Polly tidak perlu menjalani penjara," kata M Assegaf saat, Senin (7/10).

Menurut Assegaf, alasan mengapa Polly tidak terlibat yaitu mantan pilot senior Garuda itu tidak punya motif untuk membunuh Munir. Alasan kedua, terjadi ambiguitas putusan soal tempat matinya Munir dan dengan apa Munir meninggal dunia.

"Di dakwaan katanya dibunuh antara Jakarta-Singapura lewat arsenik yang dimasukkan orange jus welcome drink. Tapi majelis hakim memutuskan matinya lewat mie instan yang dimakan," ujar Assegaf.

Lantas PN Jakpus menjatuhkan hukuman 14 tahun penjara dan dikuatkan di tingkat banding. Di kasasi lalu dianulir dan hanya dihukum karena pemalsuan surat dengan hukuman 2 tahun penjara. Lantas jaksa PK dan dikabulkan dengan hukuman 20 tahun penjara. Alasan dikabulkan menurut Assegaf sangat aneh, yaitu Munir dibunuh saat di Singapura.

"Mengapa bisa berubah-ubah? Ini sangat kontroversial, tidak hanya inkonsistensi semata," kata Assegaf menyesalkan vonis itu.

(dtc/asp)
BeritaLima Cyber Media Group » www.beritalima.comwww.ipppk.comwww.apnpjatim.comwww.caleg-indonesia.com