Gubernur Jawa Timur : Tidak Ada Niatan Merelokasi RSUD Dr. Soetomo


Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo merupakan Heritage (peninggalan sejarah), oleh karena itu Pemerintah Provinsi Jatim tidak ada niatan untuk merelokasinya.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo saat memberikan sambutan pada Peringatan HUT ke 75 RSUD Dr. Soetomo, Jumat (1/11).
Selain sebagai Heritage, RSUD Dr. Soetomo juga merupakan rumah sakit yang mempunyai kekhasan karena merupakan satu-satunya rumah sakit besar pemerintah yang telah diserahkann kepada pemerintah daerah.
"RSUD Dr. Soetomo merupakan Heritage (peninggalan sejarah), juga merupakan rumah sakit besar pemerintah yang diserahkan pada pemerintah daerah, oleh karena itu tidak ada niatan untuk merelokasinya," ungkapnya.
Salah satu yang terus dilakukan RSUD Dr. Soetomo sampai dengan pada HUT ke 75 nya adalah meningkatkan kinerja untuk mencapai akreditasi rumah sakit serta meletakkannya pada rumah sakit internasional.
Menurut Gubernur, hal tersebut dapat dicapai karena RSUD Dr. Soetomo sebagai BLU (Badan Layanan Umum) mempunyai ruang gerak yang luas untuk mengembangkannya. Sebagai BLU mempunyai otonomi untuk mengelola managemen sesuai dengan kebutuhan, tidak ada campur tangan dari gubernur, tidak ada lagi tradisi menunggu petunjuk atasan dalam melakukanm kegiatan.
Disamping itu, Gubernur juga menekankan untuk meningkatkan kerjasama seluruh komponen yang ada, baik dari Fakultas Kedokteran, Guru Besar, para dokter, para medis, serta meningkatkan pelayanan kepada penderita.
"Harus ada kekompakan antara pemimpin dan yang mengurus RSUD Dr. Soetomo, agar akreditasi rumah sakit dan meletakkannya sebagai rumah sakit internasional dapat tercapai," pesannya.
Sementara Direktur Utama RSUD Dr. Soetomo dr. Dodo Anondo, MPH, mengatakan untuk mencapai akreditasi rumah sakit JCI (joint comission International)  yaitu akreditasi rumah sakit didasarkan pada pelayanan berfokus pada pasien. Penilaian didasarkan pada pelayanan yang diberikan pada pasien secara nyata, tidak hanya berdasarkan laporan secara tertulis.
Pada kesempatan itu, Gubernur meresmikan dan menandatangani prasasti Unit Transfusi Darah (UTD RSUD Dr. Soetomo). Hal ini dilakukan karena selama ini kebutuhan darah untuk pasien hanya dipenuhi oleh PMI yang hanya mampu mencukupi sebanyak 79 persen dari jumlah kebutuhan. Dengan dibukanya UTD RSUD Dr. Soetomo diharapkan seluruh kebutuhan dapat tercukupi.
Ruang Kemoterapi Sukardja Instansi Rawat Inap Bedah RSUD Dr. Soetomo, mempunyai kapasitas 22 tempat tidur, selain itu juga dibuka Poli Pre Eklamsia yang bertujuan untuk menangani ibu hamil dan pasca melahirkan yang tidak dapat tetangani di Puskemas. Hal ini dilakukan untuk menekan angka kematian ibu (AKI).
Selain itu Gubernur juga menyerahkan sebuah mobil ambulan untuk pasien VVIP. (humas provjatim/dw/asikin).