Kasus Korupsi Rusli Zainal Diduga Rugikan Negara Rp 265 M

PEKANBARU -- Kasus korupsi perizinan kehutanan yang diduga dilakukan Gubernur Riau Rusli Zainal berimbas banyak pada masyarakat. Bahkan, jaksa KPK menghitung kerugian keuangan negara mencapai Rp 265 miliar.
Hal itu terungkap dalam sidang Tipikor yang digelar di PN Pekanbaru, Rabu (6/11/2013). Dalam sidang ini jaksa KPK ada enam orang. Secara bergantian jaksa KPK membacakan dakwaan terhadap Rusli Zainal.
Dalam dakwaan jaksa, KPK menyebutkan Rusli dalam kasus pemberian izin Bagan Kerja Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Tanaman (BKUPHHK-HT) pada 2004 untuk sembilan perusahaan di Riau.
Menurut jaksa, pemberian izin bagan kerja tersebut bertentangan dengan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 151/Kpts-II/2003 tentang Rencana Kerja Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Tanaman.
"Pemberian izin yang dikeluarkan Gubernur Riau mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp 265,9 miliar lebih," kata Riyanto, salah satu JPU KPK.
Jaksa menyebutkan di depan majelis hakim yang diketuai Bachtiar Sitompul, bahwa kerugian itu dihitung dari hasil penebangan kayu.
"Izin yang diberikan melawan hukum yang memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi," kata jaksa KPK.
Dalam kasus perizinan kehutanan ini, Rusli didakwa dengan Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 Pasal 2 Ayat 1 jo pasal 18 tentang Tindak Pidana Korupsi. Serta Subsider pasal 3 jo pasal 18 dengan undang undang yang sama.
Adapun 9 perusahaan itu berada di Kabupaten Siak dan Pelalawan. Di Pelalawan adalah PT Merbau Pelalawan Lestari, PT Mitra Taninusa Sejati, PT Rimba Mutiara Permai, PT Selaras Abadi Utama, CV Bhakti Praja Mulia, PT Mitra Hutani Jaya, PT Satria Perkasa Agung dan CV Putri Lindung Bulan. Sementara satu perusahaan di Siak yang mendapatkan izin tersebut yakni CV Seraya Sumber Lestari.
Kasus perizinan kehutanan ini, lebih awal telah menyerat mantan Bupati Pelalawan, Tengku Azmun Jafar yang divonis 11 tahun. Selanjutnya Bupati Siak, Arwin AS divonis 4 tahun. Mantan Kepala Dishut Riau, Burhanudin yang juga mantan Bupati Kampar, 3,5 tahun. Mantan Kadishut Riau, Syuhada Tasman, vonis 5 tahun.
(dtc/cat)
BeritaLima Cyber Media Group » www.beritalima.comwww.sumateratime.comwww.caleg-indonesia.comwww.ipppk.comwww.apnpjatim.com