Telkom Bangkitkan Inovasi dan Semangat Wirausaha melalui SME Indonesia Bisa

Sidoarjo -- beritalima.com,  Sebagai satu-satunya BUMN telekomunikasi
di Indonesia, PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) menyadari
betul potensi besar dunia usaha SME (Small Medium Enterprise) dalam
menopang perekonomian Indonesia, namun belum sepenuhnya mendapat
sentuhan teknologi informasi. Padahal, penerapan teknologi informasi
ini akan mempermudah para pelaku bisnis SME dalam menjalankan usahanya
dan mempercepat mereka untuk bisa go global.
Hari ini, bertempat di Balai Pengembangan Indutri Persepatuan
Indonesia (BPIPI) Sidoarjo, Direktur Enterprise and Business Telkom
Muhammad Awaluddin meluncurkan program SME Indonesia Bisa : Bangkitkan
Inovasi dan Semangat Wirausaha. Bersamaan dengan launching ini
sekaligus  dilaksanakan media gathering dan dialog SME Indonesia Bisa
yang menghadirkan narasumber, yakni Deputy bidang Produksi Kementrian
Koperasi Bram Setyo (Government), Drs. Bagong Suyanto, MSi dari
Incubator Bisnis Universitas Airlangga (Akademisi), Syihabuddin
(pelaku bisnis dari komunitas INTAKO / Industri Tas dan Koper), Lukman
(pelaku bisnis online).
Awaluddin mengatakan, Telkom meluncurkan program SME Indonesia Bisa
(SIB), program pengelolaan 100 Sentra UKM di seluruh Indonesia melalui
penyedia solusi ICT secara mudah, murah dan manfaat. Program SME
Indonesia Bisa telah diawali sebelumnya melalui pilot project secara
terbatas pada tahun 2013 dengan menggarap 20 Sentra UKM di wilayah
Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Serang dan Karawang dan kini akan
diperluas ke seluruh Indonesia.
"Telkom semakin fokus dalam menggarap pasar bisnis UKM. Target kami
500.000 pelaku UKM bergabung di tahun 2014 ini dalam program
IndiPreneur," ujar Awaluddin (13/1).
Awaluddin menambahkan, yang mendasari program SME Indonesia Bisa
adalah keinginan Telkom mendukung program pemerintah dan pelaku UKM
Indonesia untuk melaksanakan modernisasi dan meningkatkan kompetensi
UKM Indonesia. "Kami meyakini bahwa dengan memanfaatkan ICT, UKM
semakin produktif, inovatif, dan kreatif sehingga akan memiliki daya
saing dalam menghadapi globalisasi serta meningkatkan kontribusi UKM
dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia," imbuh Awaluddin.
Memasuki tahun 2014, Telkom kembali meluncurkan program untuk lebih
fokus menggarap sektor UKM melalui tiga revenue driver yakni Small
Office Home Office (SOHO), Business Solution for Community (BSC) dan
Digital Media Solutions. Khusus terkait BSC, Telkom meluncurkan SIB
guna meningkatkan kompetensi dan nilai kompetitif UKM Indonesia
menjadi lebih inovatif, produktif dan kreatif melalui pemanfaatan
Information & Communication & Technology (ICT). Awaluddin menambahkan
bahwa dalam melakukan pemasaran produk di lokasi SIB, TELKOM
menerapkan Strategi Paradox Marketing : More For Less.
Pelanggan UKM akan mendapatkan layanan ICT yang lebih komprehensif dan
lebih baik namun dengan harga yang lebih kompetitif. Dari 100 sentra
UKM yang terpilih, diharapkan 70% UKM dapat menikmati layanan berbasis
voice dan sms (selular Telkomsel) serta 30% memanfaatkan aplikasi
(hardware dan software). Tahun ini, Telkom menargetkan 500.000 UKM dan
diharapkan dapat menjadi 1 juta UKM di tahun 2015. Hal ini dilakukan
dengan cara memberikan insentif kepada UKM untuk mempromosikan UKM dan
produknya melalui directory service www.smartbisnis.co.id termasuk
pembuatan website mudah secara gratis.
Deputy Executive General Manager Divisi Telkom Timur Bagyo Nugroho
menambahkan, "Sidoarjo merupakan salah satu kota dengan potensi SME
terbesar di kawasan Divisi Telkom Timur atau mulai dari Jawa Tengah
sampai Papua, sehingga perlu mendapatkan pendampingan secara serius"
Untuk Sidoarjo sendiri, dengan potensi SME yang beraneka ragam,
dijelaskan oleh General Manager Telkom Jatim Tengah Timur, M. Nasrun
Ihsan "Kami akan fokus per triwulan dalam menggarap SME sesuai dengan
skala prioritas dari sisi ukuran dan pemahaman terhadap teknologi
informasi." Ditambahkan Nasrun, jika di triwulan 1 ini akan lebih
difocuskan ke industri tas dan koper, di triwulan 2 akan diarahkan ke
industri batik, sepatu sandal, bordir, triwulan 3 ke industri bandeng
asap, ikan asin dan ikan asap, dan sisanya akan digarap di triwulan 4.
Untuk kedepannya, Telkom sudah mengalokasikan berbagai macam pelatihan
untuk SME di Sidoarjo sesuai dengan kebutuhannya, setelahnya akan
dimasukkan ke dalam Directory Service www.smartbisnis.co.id. Telkom
menargetkan 100% UKM yang ada di Sidoarjo dapat dimasukkan ke dalam
directory service, dengan harapan akan memudahkan para pelaku bisnis
SME ini yang sudah go online untuk menjalankan aktivitas bisnis dan
siap untuk bersaing di pasar global.