Aset Wisata di Sidoarjo Belum Layak Untuk Dijual

Putri Nur Djuwita.

PERAN adanya promosi sangat penting untuk mendukung suatu produk agar lebih dikenal oleh banyak orang, baik itu di dalam negeri sendiri maupun di mancanegara. Untuk itu pula pengetahuan dasar tentang promosi harus dimiliki oleh seseorang agar dapat menjual produknya dengan baik. Bahkan, tehnik yang baik tentang pengemasan tentang produk pun harus dikuasai.
            Ternyata tidak hanya dalam memasarkan produk yang membutuhkan promosi, di dunia wisata pun juga dibutuhkan. Kepada Majalah Kirana, Putri Nur Djuwita, Wakil 1 Duta Wisata Yuk Sidoarjo 2013 mengatakan bahwa berbagai bentuk inovasi harus dilakukan agar dapat mempromosikan wisata dan budaya di Kabupaten Sidoarjo, sehingga mampu mendatangkan wisatawan untuk berkunjung. Dalam hal ini peran seorang tour guide sangat penting dan pastinya harus menguasai product knowledge tentang wisata dan budaya.
            Salah satu contohnya, banyak khas kuliner di daerah ini yang belum dikembangkan dengan baik. Menurutnya, sebagai warga Sidoarjo harus mampu menjual produknya sendiri dengan berbagai inovasi agar lebih dikenal oleh banyak orang di luar Sidoarjo. "Memiliki inovasi dalam hal promosi dan pemilik usaha kuliner harus mampu menjual produknya sendiri agar lebih dikenal masyarakat luas," katanya.
            Lebih lanjut dara manis penerima predikat Wakil 1 Duta Wisata Yuk Sidoarjo 2013 ini mengatakan bahwa banyak potensi wisata wisata di Sidoarjo yang masih belum tergali dan masih belum layak jual. Candi yang merupakan cagar budaya peninggalan raja – raja  di jaman kerajaan, pantai  dengan pemandangan alaminya, merupakan salah satu contoh dari aset wisata yang perlu dikembangkan. Selain wisata alam juga terdapat sei budaya yang merupakan peninggalan nenek moyang yang patut dilestarikan.
            Salah satu bentuk seni budaya yang tetap lestari hingga kini adalah Nyadran yang merupakan tradisi masyarakat nelayan dari Desa Balongdowo Kec. Candi dan Desa Bluru Kidul Kec. Sidoarjo sebagai wujud syukur kepada Tuhan atas hasil laut yang diperolehnya.
            Menurut siswi SMK Airlangga Sidoarjo kelas XII Jurusan Pariwisata ini, nyadran merupakan salah satu bentuk aset wisata yang harus dikembangkan dengan baik. Kendati demikian, Putri menganggap selama ini belum mampu mendatangkan banyak orang dari luar kota dan jadi salah satu budaya yang bisa di tonton banyak orang. Salah satu kendalanya adalah dukungan promosi yang kurang. "Harusnya promosi tidak hanya bentuk banner atau baliho di pusat kota saja, tetapi di tempat – tempat strategis seperti Bandara Juanda terminal internasional juga bisa membagikan pamphlet. Sehingga wisatawan asing pun jadi mengetahuinya tentang tradisi tersebut," jelas pemilik zodiak cancer ini saat ditemui di Lobby Bumi Airlangga Hotel – Sidoarjo.
            Kab. Sidoarjo yang kini berusia 155 tahun, perempuan yang memiliki tinggi badan 155 centimeter dan ahli berbahasa Perancis ini menaruh banyak harapan kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Tidak hanya pengembangan wisata dan budayanya, tetapi juga pemerintah juga memperhatikan GOR Delta tidak hanya sebagai sarana olahraga saja, melainkan pusat daripada hiburan anak muda di kota ini. Namun, lingkungannya pun harus diperhatikan, seperti penataan pedagang kaki lima (PKL) maupun infrastruktur lainnya.
            Dewi Fortuna memang tengah menaungi perempuan 18 tahun putrid pertama dari dua bersaudara pasangan Ny. Romlah Sri Wahyuni dan Saiful Anam ini. Keceriaan dan aura keberuntungan menyelimuti wajahnya ketika juri mengumumkan sebagai Duta Wisata Wakil 1 Yuk Sidoarjo 2013 di Pemilihan Duta Wisata Guk & Yuk Sidoarjo 2013, 2 Nopember lalu di Parkir Timur GOR Delta Sidoarjo. Meski begitu, dalam perannya terdapat beban tanggung jawab yang harus dijalaninya.
            Keberhasilan di kali pertamamanya mengikuti ajang modeling, membuat dia makin percaya diri dengan kemampuannya. Khususnya di bidang presenting yang akan digali oleh perempuan yang memiliki segudang prestasi di sekolah ini. Antara lain: pernah menjadi Tour Leader ke Yogyakarta (2011), mengikuti Sertifikasi Tour Planner di SMKN 10 Surabaya dan Finalis Olimpiade Bahasa Inggris di Universitas Brawijaya Malang (2010). Dengan gayanya yang khas, ceria dan senyum yang selalu mengembang di bibir imutnya, perempuan ini mengatakan senantiasa menomorsatukan pendidikan untuk masa depannya, ketika ditanya tentang sekolahnya yang hendak menghadapi ujian nasional akhir sekolah (UNAS).(edw)