Berapa pun Nilainya, Korupsi Tetap Kejahatan & Koruptor Harus Dihukum!

JAKARTA -- Pelaku korupsi dengan nilai kerugian negara di bawah Rp 40 juta bisa sedikit bernafas lega. Kejaksaan Agung dan Polri tidak begitu antusias memenjarakan mereka sepanjang bersedia mengganti kerugian negara.

Namun, mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung Prasetyo tidak setuju jika koruptor dengan nilai kerugian kecil tidak diproses hukum. Vonis berat tetap harus dijatuhkan kepada siapa pun pelaku tindak pidana korupsi. 

"Berapa pun kerugiannya, korupsi tetap merupakan tindak pidana. Pelakunya harus diproses hukum sampai tuntas, dijatuhi  pidana badan, denda dan diwajibkan membayar uang pengganti yang setimpal," ujar mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan periode 2003 – 2005.

Di dalam surat elektroniknya, Jumat (14/2/2104), diingatkan pembatasan nilai kasus korupsi yang diproses hukum bisa berdampak sangat buruk. Masyarakat akan berpikir, tindakan korupsi selama jumlahnya kecil adalah wajar.

Pegiat anti korupsi dari Jawa Timur Ulul Albab juga menentang rencana tersebut. Menurutnya, dengan tidak menindak secara hukum koruptor yang dinilai hanya sedikit merugikan negara, itu merupakan pendekatan ekonomi.

"Korupsi adalah penyakit, dan itu kejahatan", ujar penulis buku "Jangan-jangan Kita Juga Korupsi".

Rencana tidak memproses hukum pelaku korupsi dengan nilai kerugian negara tidak besar  sempat diungkapkan oleh Jaksa Agung Basrief Arief dan Kapolri Jenderal Sutarman akhir Januari lalu. Menurut kedua petinggi penegak hukum ini, dana dan energi yang akan dihabiskan terlalu besar untuk menangani kasus korupsi bernilai kecil, hal terpenting adalah uang negara dikembalikan.

Sementara itu, berdasarkan data Transparency International (TI) yang merilis situasi korupsi di 177 negara, untuk tahun 2013 Indonesia menduduki peringkat 64 dalam urutan negara paling korup di dunia. Jika rencana koruptor kecil tidak diproses hukum, bisa jadi peringkat ini akan terus meningkat.

(mnc/azf)
BeritaLima Cyber Media Group » www.beritalima.comwww.sumateratime.comwww.satuwarta.comwww.caleg-indonesia.comwww.ipppk.comwww.potretdesa.com