Tak Hanya Puas Dapat Pembekalan eM-Ce & Protokoler

Pelatihan MC & Protokol Hari Kartini 2014.

GEMA semangat RA. Kartini di lingkungan perumahan Magersari Permai Sidoarjo turut dirasakan oleh ibu – ibu dan remaja puteri. Dimana kaum ibu yang tinggal di perumahan tersebut, lebih di dominasi sebagai wanita karier. Belum lagi remaja puterinya yang rata – rata memiliki segudang prestasi dari berbagai talent.

Semangat Kartini yang kini telah dirasakan oleh semua kaum perempuan di seluruh pelosok negeri ini, hingga dapat menyejajarkan antara kaum perempuan dan laki – laki tanpa ada perbedaan. Guna memperingati Hari Kartini yang selalu diperingati setiap 21 April tiap tahunnya, Tim Penggerak PKK RW.07 Perumahan Magersari Permai Sidoarjo menggelar Pelatihan MC, Minggu (27/4) lalu.

Bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kab. Sidoarjo, pelatihan ini mendatangkan dua narasumber yang ditunjuk sebagai instruktur, yaitu: Kepala Bagian Humas & Protokol Pemerintah Kabupaten Sidoarjo Kusdianto, SH., yang bakal menjelaskan tentang seluk beluk protocol, dan Anita Inggit untuk materi tentang MC atau Master of Ceremony.
Diikuti sebanyak 80 peserta yang semuanya merupakan kader PKK dan remaja puteri darti Perumahan Magersari Permai. Mars PKK membuka kegiatan iniyang dibawakan oleh tim paduan suara RW.07.

Dra. Rasunya Setra, M.Pd., panitia kegiatan ini mengatakan bahwa peran MC sangat penting di dalam suatu acara. Perempuan yang setiap harinya beraktifitas sebagai guru bidang studi Bahasa Indonesia ini merasa bangga bisa ikut pembekalan dalam pelatihan ini secara baik. "Peranan MC sangat diperlukan dalam suatu acara apapun," katanya singkat.

Tentang dunia keprotokolan, dijelaskan secara gambang oleh narasumber yang berdinas di Bagian Humas Kab. Sidoarjo tersebut. Seluruh peserta yang saat itu mengikuti pun tidak hanya menyimak setiap penuturan narasumber dengan seksama, melainkan mereka juga di berikan kesempatan untuk bertanya serta praktek di depan peserta – peserta lainnya.

Kusdianto menuturnkan, pengaturan keprotokolan bertujuan untuk memberikan penghormatan, memberikan pedoman penyelenggaraan acara agar berjalan tertib, serta menciptakan hubungan baik dalam tata pergaulan. "Sehingga tata tempat untuk masing – masing seseorang yang memiliki kedudukan untuk acara resmi kenegaraan telah di atur agar lebih teratur," katanya.

Protokol yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu Protosdan Colla yang artinya lembar pertama yang dilekatkan ini mengatur tentang tata tempat, tata upacara & tata penghormatan. Sementara itu, Anita Inggit menjabarkan bahwa untuk MC terbagi menjadi dua bagian, yaitu MC ceremonial dan MC atertainment. "Sebagai pemandu acara, seseorang yang bertugas menjadi MC harus menguasai materi acara yang bakal ditampilkan. Selain itu juga harus memiliki wawasan dan intelektual," jelasnya.

Setelah semua materi diberikan oleh kedua narasumber, seluruh peserta diberikan kesempatan untuk praktek. Di sini seluruh peserta dibagi menjadi 7 kelompok dengan materi masing – masing berbeda. Dengan gaya khas masing – masing kelompok, mereka unjuk kebolehan di hadapan peserta lainnya.

Ketua TP-PKK RW. 07 Perumahan Magersari Permai Sidoarjo, Ny. Musriati Junaedi kepada Majalah Kirana mengharapkan dengan adanya pelatihan ini, masing – masing peserta dapat menerapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu juga mempu menularkan ilmu yang didapatnya kepada kader PKK lainnya. "Diharapkan nantinya dapat menerapkan dalam kehidupan di masyarakat dan menularkan ilmunya kepada kader PKK lainnya," katanya.

Sementara itu dalam sambutannya, ketua 2 TP- PKK Perumahan Magersari, Ny. Dian Yuliantini, SH., menyampaikan tentang isi surat RA. Kartini kepada Prof. Anton tertanggal 4 Oktober 1901 yang berisi tentang kedudukan kaum perempuan dapat memberikan pengaruh besar dalam kehidupan bermasyarakat.(edw)

Teks Foto:
  1. Salah satu kelompuk peseta sedang unjuk kebolehan.
  2. Diskusi tentang materi yang bakal ditampilkan saat praktik,
  3. Pelatihan MC Hari Kartini Perumahan Magersari Permai Sidoarjo.

Foto: Edy Kirana