HMI Cabang Ternate : Kejati Malut Bermain Lidah Dengan 18 Anggota DPRD di Balik Meja.

Maluku Utara beritalima.com – Massa aksi yang tergabung dalam
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Kota Ternate Kamis (5/6) kembali
mendatangi gedung Kejati Maluku Utara. Untuk menyampaikan tuntutan
terkait sejumlah kasus korupsi yang ditangani kejaksaan.

Dalam Rilis yang diterima beritalima.com massa HMI cabang kota Ternate
mendesak Kejati Malut untuk segera menangkap dan memenjarakan 18
anggota DPRD periode 2009-2014.
Hal ini terkait dengan dana Ranperda yang diduga kuat dikorupsi oleh
18 anggota DPRD Provinsi Maluku Utara yang diantaranya "Saiful Bahri
Ruray" sebagai ketua DPRD dan "Ishak Naser" sebagai Banleg.

Sebagaimana tertulis dalam rilis tersebut tersangka SITNA DJUMA telah
memberikan kesaksian,bahwa 18 anggota DPRD tersebut menandatangani
kwitansi,tetapi kasus tersebut hanya mengorbankan beberapa orang saja.
diduga kejaksaan bermain lidah dengan mereka di balik meja.

Dalam herring terbuka di depan kantor Kejati massa aksi yang diterima
oleh jaksa Ikhsan menjelaskan bahwa kejaksaan sampai saat ini belum
menemukan bukti jelas terkait kasus Ranperda tahun 2011 yang diduga
dikorup oleh 18 angota DPRD tersebut.

Penandatanganan kwintasi itu menurut ikhsan benar karena meraka
(anggota DPRD) melakukan perjalanan dan tidak ada indikasi korupsi.

Hal ini senada dengan Humas Kejati Malut Hady Bachruddin kepada
beritalima.com di ruangan kenrjanya kamis(5/6) kalau kasus tersebut
sampai saat ini kami (kejaksaan red) belum menemukan bukti yang kuat
atas keterlibatan 18 anggota DPRD namun kata Hady Bila nanti dalam
fakta persidangan dengan tersangka SITNA DJUMA ada bukti persidangan
yang muncul kejaksaan akan menindaklanjuti dengan meminta keterangan
dari 18 anggota DPRD tersebut.

Setelah mendengan keterangan dari jaksa Ikhsan Masapun membubarkan
diri namun "Kami memberikan Ultimatum kepada Kejaksaan agar kasus ini
di tindaklanjuti kalau tidak, kami akan mengkonsolidasi massa secara
besar-besaran untuk menduduki kantor kejati Malut teriak salah satu
Pendemo".(**)
(@rudy)