PT DIMA Gunakan Jasa SPG Cantik Untuk Penjualan Miras

PT DIMA yang bergerak di bidang usaha minuman beralkohol merupakan distributor yang terbesar di kota Surabaya, namun kini keberadaanya mendapat sorotan tajam dari LSM Laskar Merah Putih karena menggunakan jasa Sales Promotion Girls (SPG) yang cantik dan seksi di sejumlah outlet untuk meningkat omzet sekaligus jumlah peredaran minuman beralkohol di kota Surabaya.

SURABAYA, beritalima.com - Disadari maupun tidak, kehadiran sejumlah Sale Promotion Girls (SPG) disejumlah outlet yang menjual minuman keras sangat berpengaruh terhadap jumlah penjualan sekaligus peredaran minuman keras (miras) di kota Surabaya. Bagaimana tidak, dengan penampilan yang menarik dan seksi, SPG akan berusaha merayu konsumen dengan segala cara agar bisa membeli miras yang di promosikan sebanyak mungkin, terutama kepada konsumen yang sudah terpengaruh minuman beralkohol sebelumnya.

Tak bisa di pungkiri bahwa kehadiran SPG yang rata-rata tergolong berani justru ditunggu kehadirannya sejumlah outlet minuman keras terutama RHU karena diuntungkan omzet penjualannya. Singkat kata, keterlibatan SPG cantik dan seksi memang sengaja di pasang oleh sejumlah distributor minuman keras agar bisa menaikkan jumlah peredaran minuman keras di kota Surabaya.

Melihat fenomena ini, Osama CF wakil ketua Laskar Merah Putih merasa prihatin sekaligus menyayangkan sikap pemkot Surabaya yang membiarkan keberadaan SPG untuk miras karena merupakan bagian dari strategi distributor seperti PT DIMA untuk melakukan promosi secara langsung kepada konsumen mirasnya.

"dibiarkannya SPG cantik dan seksi dan event untuk minuman keras di sejumlah outlet dan RHU merupakan bukti bahwa para distributor minuman keras berhasil mensiasati cara promosi minuman keras di kota Surabaya, padahal sudah jelas bahwa segala jenis promo untuk minuman beralkohol tidak diperbolehkan, apalagi Perda yang mengatur soal peredaran minuman beralkohol sudah di sahkan oleh DPRD Surabaya," ucap Osama.

Lebih lanjut Osama juga menjelaskan bahwa ternyata peningkatan penjualan minuman keras di kota Surabaya tidak mempengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) karena system pembayaran pajaknya dihitung secara global, sehingga layak untuk segera di tertibkan oleh aparat penegak Perda yakni Satpol-PP kota Surabaya.

"kenapa hal ini harus dilarang, karena besar kecilnya jumlah perdaran minuman beralkohol di kota Surabaya sama sekali tidak berpengaruh terhadap PAD, soalnya para distributor minuman keras membayar pajak dengan sistem global alias borongan, pokoknya setiap bulan sekian, ya sudah," tandasnya.

Untuk itu Osama menghimbau kepada pemkot Surabaya agar dalam menerapkan Perda minuman beralkohol tidak hanya sebatas peredaran jenis minuman dan tempat penjualannya, tetapi juga pelarangan terhadap segala bentuk promosi yang mereka lakukan.

"dalam menegakkan aturan Perda soal peredaran minuman beralkohol jangan hanya soal jenis, tempat, penjualan dan jumlahnya, tetapi segala bentuk promosi yang mereka lakukan untuk tujuan meningkatkan omzet penjualan distributor di Surabaya juga harus dicegah, karena minuman ini sangat membahayakan bagi generasi penerus bangsa," urainya.

Untuk diketahui, jumlah distributor minuman beralkohol di kota Surabaya mencapai puluhan, namun yang terbesar adalah PT Dima yang konon berkantor di sekitar Benowo dan tercatat yang paling besar dan aktif menggunakan jasa SPG cantik dan seksi di sejulmlah outlet dan RHU untuk menaikkan omzet penjualan minuman beralkohol miliknya. (sh86/q cox)