Terkait Indikasi Pemotongan BSM, Labang Bangsa Minta Kasek SMPN 3 Jeunieb Dicopot

Banda Aceh | Beritalima : Terkait kasus pemotongan dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) oleh Mariyam, kepala sekolah (kasek) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Jeunieb, Bireuen, Labang Bangsa minta pihak hukum usut penggunaan anggaran di sekolah yang bersangkutan.
"Berkaitan dengan kasus ini patut juga di usut dana lain yang diterima oleh lembaga sekolah melalui Ibu Kasek tersebut,seperti belanja fasilitas, alat peraga, Operasional ATK dll," kata Direktur Lembaga Labang Bangsa, Hery Tanjong kepada wartawan, Selasa (17/06).
Lembaga yang berpusat di Banda Aceh ini mengklaim kebijakan kasek yang bersangkutan amoral, pasalnya kepala sekolah yang sejatinya sebagai pengarah, pembimbing dan pengawal terhadap keberlangsungan proses belajar mengajar ditiap-tiap lembaga sekolah malah mempraktekkan sikap rakus dan tidak amanahnya terhadap sasaran bantuan.
"BSM adalah hak mutlak siswa\i secara utuh, Harusnya diterima sesuai peraturan dan kebijakan pemerintah, tidak dibenarkan pemotongan dengan alasan apapun," tukas Hery.
Ia juga sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh kepala sekolah, memotong anggaran bantuan terhadap puluhan pelajar sekolah yang bersangkutan yang telah mengakibatkan mogok belajar para siswa/i dan nyaris terjadi hukum rimba para wali murid yang sengaja mendatangi sekolah, guna mempertanyakan sejumlah anggaran yang dituding telah disunat olehnya.
"Nominal pemotongan pun sangat fantastis. Sebagai contoh, seperti diberitakan oleh salah satu media massa, seharusnya siswa\i kelas 1 memperoleh BSM sebesar Rp 750,000, namun mereka hanya menerima dana itu sebesar Rp, 200,000. Anehnya, dana yang masuk dari Dinas Pendidikan Aceh ke rekening penerima kok bisa dimanfaatkan oleh kepala sekolah," sambung Hery Tanjong.
Berkaitan dengan kasus itu, Labang Bangsa mendesak tiga hal penting mengenai kucuran anggaran BSM tersebut antaranya, Labang Bangsa mendesak Dinas Pendidikan kabupaten setempat agar memberhentikan Ibu Maryam sebagai kepala sekolah. Dan bila dipandang perlu memberhentikan kedinasannya secara tidak hormat Agar menjadi pelajaran bagi kepala sekolah lain.
Berikutnya, Labang Bangsa melalui Komite sekolah agar mendesak ibu kepala dengan waktu yang sesingkat singkatnya untuk menyerahkan sisa bantuan yang berhak diterima para pelajar secara utuh, dan mendesak pihak terkait dalama hal ini, dinas, komite, dewan guru dan para wali murid agar segera mengaktifkan kembali kegiatan belajar mengajar dan mogok belajar di hentikan.
Alih alih membina para guru agar lebih disiplin, jujur berkarakter dan punya wibawa yang secara estafett akan menjadi panutan para siswa,sementara kepala sekolahnya saja seperti ini, "Kiban ta aja aneuk gob, meutanyoe seubagoe ma gob mantong kureung aja (Bagaimana mengajari anak orang, sementara kita sebagai ibu orang masih kurang ajar, Aceh-red),"  tutup Hery geram.(EN)