Tim Advokasi Independen Laporkan Prabowo Ke Mabes Polri

JAKARTA, beritalima.com - Di Hotel Menteng, Jakarta Team Advokasi Independeng Untuk Informasi dan Keterbukaan Publik (TARIK) melalui Ketuanya Fernando Silalahi, SH.NMH akan melaporkan Prabowo Subianto yang mencalonkan dirinya menjadi Calon Presiden dalam Pilpres 2014 ke Mabes Polri dan ke Bawaslu.

Hal itu kata Fernando, terkait Daftar Riwayat Hidup yang didaftarkan Prabowo Subiato ke KPU sebagai calon Presiden pada Pilpres 2014, sesuai Form Model BB - 4 PPWP Daftar Riwayat Hidup Capres Prabowo Subianto pada huruf D. Pengalaman organisasi tertera Jabatan sebagai Ketua Umum HKTI sejak tahun 2004 hingga sekarang.

Dijelaskan Fernando, pada huruf D dalam daftar riwayat hidup itu, jelas-jelas merupakan informasi yang tidak benar, menyesatkan publik sehingga diduga kuat perbuatan tersebut memenuhi unsur pidana, karena Ketum HKTI adalah DR Oesman Sapta sesuai amar putusan MA No.310 K/TUN/2012 telah berkekuatan hukum tetap Jo. Keputusan Kemenkum dan Hak Asasi RI Jo. Dirjen AHU Jo. Kepmenkum dan HAM No. AHU-14.AHO1.06 tahun 2011 Jo. Akta pernyataan Keputusan Munas VII HKTI No. 08 tahun 2010.

Dalam rencana melaporkan ini, ia menegaskan bahwa tidak ada tendensi terhadap pasangan capres cawapres, ia melaporkan hanya untuk mengklarifikasi data ke Mabes Polri.
"Sebagai penegak hukum saya rasa tidak akan mungkin menolak laporan ini," tandas Fernando.

Lebih jauh Fernando mengatakan, pihaknya sendiri sampai saat ini belum mendapatkan klarifikasi terkait permasalahan tersebut dari pihak Prabowo. Yang disayangkan juga oleh tim TARIK adalah tidak adanya klarifikasi data yang dilakukan oleh KPU, dan Bawaslu.

"Kami independent. Kita tidak ingin melakukan intervensi lembaga manapun, baik itu Bawaslu dan KPU. Sebab sejauh ini kami masih menunggu klarifikasi soal data tersebut dari pihak Prabowo," tandas Fernando. dedy mulyadi