Diduga Memberikan Keterangan Palsu, Budi Rahayu dkk Dilaporkan Ke Polisi

Sidoarjo, Pemilik Perusahaan PT. NERITA telah melaporkan Budi Rahayu dan kawan-kawan ke Polda Jatim pada tanggal 30 Juni 2014 Nomor: B/5439/VI/2014/DitreskrimumPolisi dan Nomor: LPB/728/VI/2014/UM/JATIM, dengan dugaan: Tidak Pidana Penipuan dan Penggelapan, dan Membuat Keterangan Palsu serta Menempatkan Keterangan Palsu Dalam Akta Otentik, sebagaimana dimaksud dalam pasal 378, 372, 263 dan 266 KUHP.

Mochamad Ali selaku Direktur PT. NERITA yang sah merasa dirugikan oleh Budi Rahayu dan kawan-kawannya karena telah memberikan keterangan palsu antara lain pada tanggal 08 November 2012 telah mengadakan transaksi penjualan sejumlah saham dari PT. NERITA melalui notaris Setyoyadi, SH terhadap Mochamad Ali dan Mochamad Taufik Flora di Surabaya.  Sebagaimana layaknya pembeli yang lain, perusahaan yang telah dibeli dengan beberapa syarat dan ketentuan telah berjalan normal hingga akhirnya perusahaan tersebut telah dioperasikan oleh pemilik yang baru bisa dikatakan berjalan normal hingga kurang lebih 2 (dua) bulan, pemegang saham murni adalah 2 (dua) orang yakni Mochamad Ali dan Mochamad Taufik Flora, dimana di dalam struktur organisasi perusahaan PT. NERITA, Mochamad Ali sebagai Direkturnya.

Pada tanggal 20 Agustus 2013 melalui notaris Yuli Ekawati, SH M.Kn di Sidoarjo atas nama Budi Rahayu telah menjual lagi saham atau perusahaan tersebut dengan nama dan jumlah saham yang sama ke kepada Rachmat Pamungkas sehingga PT. NERITA telah memiliki 2 (dua) Surat Izin Usaha Perdagangan (Menengah) yang dikeluarkan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Pemerintah Kota Surabaya, dengan Nomor: 503/11403A/436.3.11/2013 atas nama Mochamad Ali, dan yang satunya lagi dengan Nomor: 503/9774A/436.6.11/2013 atas nama Rachmat Pamungkas.

Dampak dari kejadian tersebut di atas sangat merugikan pihak PT. NERITA yang sah karena mengakibatkan dana perusahaan yang berada di Bank Mandiri cabang Rungkut SIER Surabaya telah dicairkan oleh pemilik PT. NERITA yang diduga ilegal.
Saat tim wartawan Berita Lima berkunjung ke Perum Pondok Nirwana 13/11 Rungkut di rumah kediaman Rachmat Pamungkas tidak bisa ditemui dan saat menemui Budi Rahayu di rumahnya hanya dijawab “tidak tahu permasalahan tersebut”, kilahnya.  Kasus tersebut oleh Polda telah dilimpahkan ke Polres Sidoarjo dan saat ini sedang dalam penanganan Polres Sidoarjo.


(Mus)