Diduga Kadus Rusak Pagar Kuburan, Akses Tambang Pasir Ilegal

Belitung - Kuburan ialah sarana yang menjadi kepentingan bagi masyarakat dan merupakan fasilitas umum yang harus dijaga oleh kita semua namun tetapi,sepertinya tidak semua mengerti hal ini.



Dari hasil pantauan wartawan dan Lsm Topan RI diduga kepala dusun Asam Lobang desa air merbau Kecamatan Tanjung Pandan kabupaten Belitung (Saparudin---red) telah merusak pagar kuburan umum Asam Lobang demi kepentingan pribadi dirinya.

Menurut nara sumber yang bernama Delan salah satu pengangkut pasir tersebut menerangkan kepada wartawan ini,kepala dusun Asam Lobang (Saparudin---red) yang melakukan penambang pasir disekitar lokasi perkuburan asam lobang,dan dirinya merusak/merobohkan pagar agar PC alat berat bisa masuk.
Delan juga mengatakan ia hanya membeli dengan Saparudin seharga Rp 30.000/rit untuk pasir tersebut.

"kadus yang merusak pagar kubur itu untuk memasuki alat,saya hanya mengangkut pasirnya dan membayar 30.000 untuk per mobil kepada kadus," terang delan.

Menurut delan pengangkutan pasir itu sudah mencapai 2700 kubik,dan tambang itu terhenti karena ada LSM Topan RI yang melarangnya.

"Sudah 2700 kubik berhenti,karena Lsm Topan Ri menyetopnya," kata delan.

Ditempat terpisah Angki Retanubun Ketua LSM TOPAN RI Belitung kepada wartawan,dirinya mengatakan kepala dusun yang diduga keras melakukan pelanggaran terhadap perusakan fasilitas umum ( FASUM )  harus diproses kejalur hukum apalagi membuat akses jalan menuju lokasi untuk kepentingan pribadinya (menambang---red).

"Kadus itu harus diproses secara hukum bila terbukti merusak pagar kuburan untuk menambang pasir ilegal," kata angki.

Tidak hanya itu Angki juga menambahkan bahwa kades harus mengganti kadus asam lobang karena diduga merusak pagar kubur dan menjual pasir secara ilegal.
(Dody)