Presiden SBY Menyampaikan Pidato Pada Acara Makan Malam Kenegaraan di Istana Ajuda Portugal

Bila dilihat dari sejarahnya, Indonesia dan Portugal terhubung dengan kesenian dan kebudayaan, ada banyak kesamaan di sektor budaya seperti kosa kata, dan aliran musik tradisional. Di bidang ekonomi misalnya, kedua negara berhasil mengelola dan melalui berbagai tantangan ekonomi. Dengan mengadopsi pemulihan struktural dan kebijakan-kebijakan penyesuaian, telah terbangun perekonomian yang lebih kuat dan stabil. Capaian ini memberikan peluang untuk memperkuat kerja sama sektor ekonomi. Oleh karena itu, kita perlu terus mendorong peran aktif dan peran serta para pelaku ekonomi kita. saya menyambut baik penyelenggaraan berbagai forum bisnis yang memungkinkan para pelaku ekonomi dari kedua negara untuk bertemu secara langsung, termasuk pertemuan bilateral di Lisabon. Hal ini disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada jamuan makan malam kenegaraan di Sala dos Grandes Jantares, Istana Ajuda, Jum’at (19/9) pukul 21.30 waktu Lisabon atau Sabtu pukul 4.30 dini hari waktu Jakarta.  Dalam upaya mengembangkan hubungan ekonomi, Presiden SBY memandang bahwa perlu juga dijajaki peluang yang ada di seputar kawasan kedua negara. Dengan posisi geostrategis yang dimiliki Indonesia maupun Portugal, kedua negara bisa saling membantu, Portugal bisa menjadi jembatan bagi Indonesia ke kawasan Eropa Barat, Afrika, Amerika Latin serta negara-negara berbahasa Portugis. Sebaliknya, Indonesia dapat menjadi jembatan bagi Portugal ke kawasan Asia Tenggara, Asia Timur dan Pasifik. Lebih lanjut Presiden SBY melihat Portugal sebagai negara yang sangat berkontribusi dalam proses rekonstruksi Uni Eropa, pembentukan Traktat Maastricht dan masuknya mata uang Escudo ke dalam sistem moneter Eropa. Traktat Lisabon yang ditandatangani pada 13 Desember 2007 juga menjadi tonggak sejarah bagi kerja sama regional di Eropa. Portugal tidak memerlukan waktu lama untuk mengatasi krisis ekonomi dan terus bekerja keras untuk maju. Bahkan Portugal menjadi negara dengan potensi yang sangat luas, sebagai bagian utuh dari Uni Eropa, dan telah berhasil mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi maju. Sementara itu, Indonesia dikaruniai potensi sumber daya alam yang berlimpah, sumber daya manusia yang produktif, sekaligus sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan demokrasi terbesar ketiga di dunia. Pada tataran global, Indonesia dan Portugal telah memberikan kontribusi yang nyata bagi perdamaian dan keamanan internasional, termasuk diantaranya dengan menyumbangkan pasukan bagi misi-misi pemeliharaan perdamaian PBB.  Presiden SBY berharap hubungan bilateral kedua negara akan terus menguat dari waktu ke waktu, dan bekerjasama secara erat dalam mengatasi berbagai tantangan regional dan global, sserta memainkan peranan penting dalam menciptakan dunia yang lebih damai, aman dan makmur.   Sebelum melanjutkan kunjungan kerja ke Amerika Serikat, Presiden SBY beserta rombongan delegari RI mengunjungi museum de Marinha, di Lisabon, juga melihat Palacio de Pena di daerah Sintra, Lisabon.  Presiden SBY lepas landas menuju New York, Amerika Serikat, Sabtu (20/9) pukul 15.00 waktu Lisabon atau Sabtu (20/9) pukul 21.00 WIB waktu Jakarta, dari Pangkalan Militer Figo Maduro, menggunakan pesawat khusus kepresidenan A330-300 Garuda Indonesia. Perjalanan akan ditempuh sekitar 8 jam hingga sampai New York.

Tampak pejabat Portugal turut mengantar hingga kaki tangga pesawat, diantaranya Duta Besar Portugal untuk Indonesia, Joaquim Alberto de Sousa Moreira de Lemos, Duta Besar Indonesia untuk Portugal, Mulya Wirana, Penasehat Diplomatik Presiden Portugal Luisa Bastos de Almeida, Penasehat Diplomatik PM Portugal Pedro Passos Coelho. Turut dalam rombongan kepresidenan, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Chairul Tanjung, Mensesneg Sudi Silalahi, Menlu Marty Natalegawa, dan Seskab Dipo Alam.   (##)

Foto : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada jamuan makan malam kenegaraan di Sala dos Grandes Jantares, Istana Ajuda, Jum’at (19/9) pukul 21.30 waktu Lisabon atau Sabtu pukul 4.30 dini hari waktu Jakarta. Presiden SBY berharap hubungan bilateral antara Indonesia dan Portugal dapat terus meningkat dari waktu ke waktu.