Tolak Pembangunan Tower Telkomsel, Warga Tewas Diduga Akibat Kena Serangan Jantung

Aceh Utara | Beritalima : Seorang warga Desa Cangguek, Kecamatan Tanah Pasir, Kabupaten Aceh Utara diduga tewas akibat terkena serangan jantung saat menggelar aksi protes menolak pembangunan tower Telkomsel di desa yang besangkutan, Selasa (23/9/14)  sore kemarin.
 
Warga yang diketahui bernama Sofyan A Wahab salah satu warga yang turut berpartisipasi memprotes pembangunan tower Telkomsel di desa mereka itu. Namun, A Wahab menuai ajal saat melakukan aksi tersebut sekitar pukul 15.30 WIB setelah terjadi adu mulut dengan para pekerja proyek.
 
Penolakan warga Desa Cangguek terhadap pembangun tower Telkomsel yang masih tahap pemasangan Bowplang bersangkutan, takut akan radiasi yang ditimbulkan oleh tower. Saat pihak pekerja sedang melakukan pemetaan atau memasang Bowplang, puluhan warga hadir dan melarang pembangunan tersebut.
 
"Saat kita menghadiri lokasi pembangunan tower, tiba-tiba korban terjatuh dan pingsan terus di bawa pulang kerumah akan tetapi kondisinya tidak juga membaik baru kemudian di bawa ke Rumah Sakit Umum Cut Mutia. Akhirnya korban meninggal saat dalam perjalan menuju Rumah Sakit," ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Ia menuturkan, warga takut jika tower tersebut dibangunan dikawasan itu dengan alasan takut terhadap radiasi tower dapat mengundang petir. "kalau tower itu dibangun nantinya akan banyak petir. bahkan barang elektronik kami bisa rusak, serta Radiasinya bisa membuat warga tidak bisa memiliki anak," tukasnya.
Warga lainnya juga menuturkan hal yang sama, bahkan mereka mengatakan tidak akan mengizinkan pihak Telkomsel sampai kapanpun untuk pembangunan tower itu. "Sampai kapan pun warga tidak akan memberikan persetujuan atas pendirian tower di sekitar rumah kami ini, meskipun di kemudian hari dinas terkait menerbitkan izin" ujar Ridwan.
 
Ridwan juga menambahkan, penolakan tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan masalah kompensasi harga tanah warga di lokasi pembangunan. "Ini bukan masalah kompensasi, tapi pendirian tower ada mekanisme perizinannya, salah satunya sosialisasi terlebih dahulu kepada warga sekitar, ini kok seenaknya saja," ketusnya.
Kabag OPS Polres Aceh Utara Kompol Fakhri Melalui kapolsek Tanah Pasir Iptu Mansurdin, menyebutkan, "Berdasarkan hasil penyelidikan sementara di lokasi kejadian pihak pekerja hanya datang mau memasang bowplang/patok dan sudah ada surat persetujuan  dari warga setempat," jelas Kabag Ops Mapolres Aceh Utara melalui Kapolsek Tanah Pasir Iptu Mansurdin. Ia juga mengatakan saat itu pula A Wahab selaku pandai besi di desa itu keluar dari rumahnya dan menyusir para pekerja.
 
"Kami datang Sambil patroli serta mengamankan tempat lokasi  yang akan didirikan Tower tersebut," tutup Marsurdin.(EN).