Tuntung Laut Jadi Maskot Perkemahan Wirakarya Daerah Aceh 2014


Aceh Tamiang, beritalima.com | Kegiatan Pramuka Aceh Tahun 2014 yang kegiatannya berlangsung sejak 22 September  hingga 28 Sepetember 2014 di Bumi perkemahan Aras Sembilan Kecamatan Bandar Pusaka Kabupaten Aceh Tamiang telah menetapkan satwa spesies Tuntung laut sebagai simbol (Maskot) kegiatan Pramuka.
            Dipilihnya tuntung Laut (Batagur Borneoensis) sebagai lambang kegiatan Pramuka kali ini oleh Kwarda Aceh karena lokasi penetasan telur dan kolam pembesaran  tukik tuntung laut menjadi salah satu objek tujuan kunjungan para peserta Pramuka.
            "Kami dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Aceh Tamiang diminta Kwarda Aceh mengusulkan sejumlah kegiatan sasaran kunjungan peserta pada saat kegiatan berlangsung, termasuk kunjungan kelokasi pembesaran tuntung laut milik Yayasan satucita Lestari Indonesia di Desa Sidodadi Kecamatan Kejuruan Muda. Memang gak nyangka ya kalau tuntung laut ini akhirnya terpilh sebagai Maskot kegiatan Pramuka Aceh Tahun 2014 di Aceh Tamiang", Ungkap Ketua Dewan Kerja Cabang, Apnul Ridansyah kepada beritalima.com.
            Ketua Yayasan Satucita Lestari, Yusriono yang didampingi Sekretarisnya, Suparmin menyebutkan, pihak pengurus Yayasan Satucita Lestari Indonesia sebagai satu satunya Lembaga di Indonesia yang bergerak dibidang penyelamatan dan pelestarian satwa langka Tuntung Laut sangat berterimaksih kepada Kwartir Daerah Aceh dan Dewan Kerja Daerah Aceh Pramuka yang telah berkenan memilih lokasi penetasan telur tuntung dan pembesaran tukik menjadi salah satu objek kunjungan pada kegiatan Kepanduan serta memilih satwa Tuntung Laut sebagai maskot Wira Karya Aceh Tahun 2014.
            "Ya, ini merupakan suatu penghargaan bagi kami, sebagai pihak Yayasan satucita Lestari Indonesia karena lokasi pembesaran tukik Tuntung Laut ini dijadikan objek tujuan kunjungan para peserta Pramuka Aceh Tahun 2014. Sehingga para peserta dari seluruh Aceh bisa mengenal lebih dekat terhad spesies satwa langka Batagur Borneoensis yang kini jumlah populasinya  sudah diambang kepunahan dari muka bumi ini", terang Yusriono.     (SUPARMIN)