Asnawi Mantan Kombatan GAM dan Anggota DPRK Aceh Timur Tinggal Dirumah Reot

ACEH TIMUR - Mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan nama sandinya yakni Yanti atau pria yang bernama lengkap Asnawi salah seorang anggota DPRK Aceh Timur dari Partai Aceh (PA) priode 2014-2019 ternyata berasal dari keluarga tidak mampu. Bahkan dirinya bersama keluarga tinggal dirumah panggung berkonstruksi kayu dan beratap daun rumbia dengan kondisi sudah reot serta tidak layak huni.
           
" Inilah tempat tinggal saya, mungkin jauh berbeda dengan rumah-rumah anggota dewan lainnya di Aceh Timur," ungkap Asnawi kepada media ini, ketika berkunjung kerumahnya yang berada di Gampong Uram Jalan, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur pada Kamis (1/10).
Dijelaskannya, bahwa dirinya tidak menyangka akan berhasil duduk di kursi Dewan bila dikaji dari sisi ekonomi, terlebih ia nya hanya berpenghasilan pas-pasan untuk biaya kehidupan sehari-hari dari hasil kebun karet miliknya yang hanya seluas 20 rante. " Namun, dengan penuh keyakinan dan kerja keras ketika masa kampanye Alhamdulillah rakyat daerah pemilihan tiga wilayah Idi Rayeuk dan sekitarnya telah mempercai saya sebagai wakilnya di DPRK," sebutnya.
Menurutnya, dimana komitmennya sesudah menjadi anggota Dewan akan lebih mengutamakan kepentingan masyarakat di daerah pemilihannya, terutama dalam pengembangan ekonomi rakyat melalui pembinaan dan bantuan oleh instansi dijajaran Pemkab Aceh Timur sebagaimana amanah yang sudah dipercayakan rakyat kepadanya.
           
" Saya menjadi anggota dewan karena kepercayaan Partai Aceh yang diberikan kepadanya, tentunya melalui mekanisme yang sudah ditentukan Partai," ujar Asnawi yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Panglima GAM wilayah Sagoe Dama Puteh, Banda Alam.
Diceritakannya, pada saat pencalonan sebagai Caleg Pemilu 2014 lalu, dirinya hanya bermodalkan uang Rp.500.000 dan saat itu ia pinjamkan dari salah seorang temannya. " Kampanye yang saya lakukan hanya silahturahmi dengan tokoh-tokoh masyarakat dan pemuda di Dapil tiga serta dukungan penuh dari Partai Aceh hingga berhasil meraih suara pada Pemilu 2014.
Saat disinggung tentang butir-butir MoU Helsinky yang disebut-sebut belum terealisasi dengan maksimal, Asnawi mengatakan, menyangkut dengan MoU diharapkan kepada pihak-pihak terkait didalamnnya harus segera menuntaskan persoalan ini, jika hal ini dibiarkan begitu saja maka tidak tertutup kemungkinan MoU tersebut bisa memudar.
Dalam pertemuan itu, Asnawi menyampaikan bahwa warga setempat pernah menyuruhnya untuk segera membangun rumah yang lebih layak meskipun kecil sehingga masyarakat yang bertamu bisa lebih nyaman. " Permintaan warga itu benar, tetapi kita harus bersyukur dengan apa yang sudah kita miliki sekarang ini," ucapnya penuh kesederhanaan.
Lanjutnya, hal paling penting dilakukan olehnya saat ini adalah menyahuti aspirasi rakyat yang bersifat membangun dan bukan kepentingan sekelompok orang, " artinya, kedepan minimal mampu merubah iklim kehidupan masyarakat bisa lebih baik lagi serta terwujudnya kesejahteraan bagi rakyat," cetus Asnawi polos.
Pada sisi lain, Asnawi mengharapkan dukungan dan saran-saran dari masyarakat terhadap dirinya yang kini sudah menduduki kursi dewan sehingga program kerjanya sebagai anggota dewan bisa berjalan sesuai aturan yang berlaku. " Bila saya sudah mulai keluar jalur agar segera ditegur, sebab jabatan saya ini adalah amanah rakyat," demikian pungkas Asnawi.(Tim)
Powered by Telkomsel BlackBerry®