FPRM : TPK Program PNPM Jangan Berbisnis

ACEH TIMUR - Direktur LSM, Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM), Nasruddin, Sabtu (4/10/14), kepada wartawan media ini menyampaikan sikap keprihatinannya terhadap beberapa kejanggalan yang dilakukan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Program PNPM/BKPK Desa Suka Makmur (SKM), Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur, dalam melaksanakan kegiatan pembangunan gedung PAUD, anggaran dari program PNPM Tahun 2014.
Menurut Nasruddin, pihak TPK Desa SKM ditengarai berlagak seperti pemborong proyek pada saat melaksanakan kegiatan pembangunan gedung PAUD yang anggaranya berjumlah Rp.113.995.000.
"Sebenarnya mereka belum layak disebut sebagai 'Tim Pelaksana Kegiatan Program PNPM, karena program tersebut bukan bertujuan bisnis, melainkan sebagai gerakan pemberdayaan menuju masyarakat mandiri." Timpal Nasruddin.
Selama ini pihak TPK Desa SKM masih terkesan elergi terhadap kritikan dari warganya. Selain itu FPRM juga pernah mendapatkan informasi dari warga bahwa Ketua TPK, Abdul Gafar, pernah terlibat konflik internal dengan sekretarisnya, Yusriadi, akibat saling berbeda pendapat terkait upaya ketua untuk menahan sebagian pembayaran upah borongan kepada pihak suplier pemasangan kerangka baja." Ironisnya lagi, dikabarkan saat ini para buruh bangunan semakin berkurang jumlahnya karena diduga tidak dibayar upah kerjanya." beber Nasruddin, seorang aktivis senior, putra asli Indra Makmu.
"Saya sangat berharap kepada pihak TPK mawas diri. Ingat! Pembangunan gedung dan pagar Polindes SKM, adalah contoh dosa yang pernah dilakukan oleh pihak TPK SKM beberapa tahun yang lalu, begitu juga dengan parit yang dibangun depan Polindes. Kedua kasus itu terindikasi dan diduga kuat adanya kejahatan pidana korupsi dan sampai saat ini belum diproses secara baik dan benar, baik oleh pihak pemangku program maupun pihak hukum," terangnya lagi.
Lanjut Nasruddin, pada awalnya kita berharap semoga pihak Geuchik SKM mampu menjawab persoalan itu, namun kenyataaannya 'jauh panggang dari api.' Malah, pihak geuchik juga memiliki dosa pada saat membangun kantor geuchik beberapa tahun yang silam," pungkasnya.
Saat wartawan berada dilokasi pembangunan gedung PAUD di Desa SKM, Kecamatan Indra Makmu, Sekretaris TPK, Yusriadi, menyampaikan kepada wartawan bahwa selama ini ada beberapa warga yang memendam sentimen pribadi pada TPK.
"Dirinya baru saja marah-marahan dengan Ketua TPK, Abdul Gafar, karena ulah sepihak dari Abdul Gafar yang ingin menahan sebagian upah borongan kepada pihak suplier pemasangan kerangka baja." Ujar Yusriadi.
Yusriadi turut menerangkan bahwa gedung PAUD tersebut telah 80% selesai dikerjakan. Sekarang ini pekerja bangunan berjumlah lima orang, dan pihak suplier barang adalah Toke Husaini.
Sementara itu, tidak lama berselang, Ketua TPK, Abdul Gafar tiba di lokasi dan saat dikonfirmasi oleh wartawan, Abdul Gafar mengungkapkan bahwa benar dirinya berupaya menahan upah borongan kepada pihak suplier pemasangan kerangka baja, sejumlah Rp. 1 juta.
Adapun tujuan hal tersebut adalah sebagai dana talangan, untuk mengantisipasi jika ada permasalahan pada kerangka baja yang saat telah selesai dipasang. Namun karena pihak Sektretaris TPK bersikeras agar upah tersebut dibayar lunas maka saya biarkan saja dia membayar semuanya. Ketika dipertanyakan oleh wartawan tentang kenapa pembayaran kepada pihak suplier dilakukan oleh pihak sekretaris, bukannya bendahara?.' Secara gamblang, Abdul Gafar menjelaskan, hal tersebut dilakukan karena pihak suplier adalah saudaranya Sektretaris TPK.
Saat itu Abdul Gafar juga meyakini wartawan bahwa bangunan PAUD SKM telah selesai 80% pengerjaannya dan dirinya juga memberitahukan bahwa pihak Suplier material adalah Toke Husaini.
Saat wartawan mengkonfirmasi buruh kerja yang ada dilokasi saat itu. "Ketika ditanya tentang jumlah buruh yang bekerja, dengan lugunya dia mengatakan bahwa beberapa hari terakhir ini pihak pekerja hanya dua orang. Awalnya dulu memang sejumlah lima pekerja, namun karena pembayaran gaji bermasalah, maka hanya dua yang masih bertahan," jelasnya.
Sementara itu, Geuchik Desa Suka Makmur (SKM), Muhammad Ribot, saat dikonfirmasi wartawan melalui selulernya, tidak diangkat. (F- 75)