Kadisdik Aceh Tamiang Acam Copot Kepala Sekolah Tidak Bejus


​Aceh Tamiang, beritalima| Demi untuk mencapai hasil maksimal atas kinerja para Kepala sekolah dijajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tamiang, Kepala Dinas Pendidikan setempat , Syamsul Bahri, SPd melakukan tindakan yang sangat positif. Hari ini, Samsul Bahri, SPd melakukan penandatanganan fakta integritas terhadap 101 Kepala sekolah ditingkat SMA/SMK, SMP, SD dan TK.
                Kesungguhan Samsul Bahri , SPd selaku Kadis Pendidikan dalam menjalankan program kerja untuk memajukan dunia pendidikan yang bermutu, berkualitas dan profesional bukan hanya sekedar motto dan semboyan belaka. Untuk menggapai tujuan tersebut, tentu saja sang Kepala Dinas harus membuat prilakunya dalam bekerja secara profesional pula. Yang perlu diacungi jempol, Program dimaksud telah dibarengi dengan tindakan nyata.
                Hari ini, Kamis, (2/10) Kadis Pendidikan Kabupaten Aceh Tamiang telah membuat pernyataan secara tertulis yang ditandatangani keduabelah pihak,yakni oleh Kepala Dinas Pendidikan serta para Kepala Sekolah yang beberapa waktu lalu dilantik oleh Bupati Hamdan Sari, ST.
                "Diharapkan para Kepala sekolah disemua jenjang mampu mewujudkan perubahan mutu pendidikan secara menyeluruh dimasing masing sekolahnya. Kita ingin pendidikan di Aceh Tamiang mampu bersaing dengan daerah lain di Indonesia", ungkap Syamsul kepada beritalima.
                Bahkan Syamsul tidak segan segan mencopot jabatan kepala sekolah jika dianggap tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik dan profesional.
                "Akan kita copot jabatanya sebagai  kepala sekolah dan kita turunkan menjadi guru biasa apabila tidak membawa dampak positif bagi kemajuan dunia pendidikan disekolahnya masing masing", ujarnya.
                Syamsul menilai, Pemerintah Indonesia sudah terlalu banyak menggelontorkan dana anggaran pendidikan melalui berbagai macam program termasuk dana sertifikasi dan tunjangan lainnya jangan sampai terbuang sia sia begitu saja. Sementara perkembangan pendidikan tetap berjalan ditempat.
                "Dengan dana yang jumlahnya sangat besar telah dianggarkan, tentu Pemerintah berharap mutu pendidikan harus pula menjadi berkualitas. Jadi artinya, para kepala sekolah wajib bekerja secara ekstra, termasuk kesungguhannya dalam memenej bawahannya secara tegas. Ini semua kita lakukan agar anak bangsa kita ini jangan tetap dalam kemerosotan dan kebodohan, tetapi mampu bersaing disegala lini. Untuk itu, berarti mereka kan harus pandai", papar Syamsul lagi. (Suparmin)