70 % Kamar Lapas Kelas II B Kualasimpang Dihuni Napi Narkoba


Aceh Tamiang, beritalima: Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II B Kualasimpang, Djoko Budi Setianto Bc. IP. S.Sos tidak menyangkal adanya indikasi pengedaran Narkoba dilingkup LP yang dibawahinya. Hal itu disebabkan perbandingan jumlah penghuni (Napi) yang 70 persen terjerat kasus narkoba sedangkan jumlah personil petugas sangat tidak seimbang.
"70 persen dari 389 orang penghuni LP ini tersandung kasus narkoba. Sedangkan petugas kita hanya berjumlah 32 personil ditambah lagi 2 orang capeg. Jadi tidak menutup kemungkinan kalau didalam LP ada disinyalir peredaran narkoba. Keterbatasan petugas salah satu faktur kurangnya pantauan, meskipun demikian kami tetap berusaha secara maksimal dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba dilingkingan para Napi", ujar Djoko Budi Setianto kepada beritalima.
Ketidak seimbangan jumlah warga binaan dengan jumlah personil petugas, kata Djoko secara kuantitas maupun kualitas berdampak pada kurangnya pembinaan dan bimbingan terhadap napi.
"Jumlah petugas kita hanya 32 orang ditambah 2 orang capeg, dari jumlah tersebut mereka kan harus dibagi menjadi beberapa regu jaga yang saling bergantian sesuai jadwal yang ditentukan. Walaupun demikian upaya pemeriksaan dan razia narkoba diseluruh kamar dan semua sudut tetap rutin dilakukan, minimal 4 kali dalam 1 minggu", ungkap Djoko.
Bahkan kata Djoko lagi, petugas Lapas juga sudah banyak menangkap tamu  sebenarnya sebagai pemasok barang haram kedalam Lapas dengan alasan mengunjungi warga napi.
          Djoko menambahkan, Lembaga Pemasyarakatan kelas II B Kualasimpang yang dipimpinnya itu sangat over kafasitas "200 % " lebih. Wajar kalau penghuni lapas merasakan ketidak nyamanan dengan 17 buah kamar harus dihuni oleh 389 orang. Dengan kondisi seperti ini, kepadatan ruangan sangat luar biasa , Siapa yang akan disalahkan bila kondisi tersebut ada terdapat sebuah pelanggaran HAM?.
Sambung Djiko lagi, dalam upaya pemberantasan narkoba tersebut, dirinya tidak tetap berlaku tegas, bahkan kata Djoko, jika ada oknum petugas yang ikut bermain dengan yang namanya narkoba, dirinya tetap akan memproses sesuai hukum yang berlaku. Namun untuk mengurangi over kafasitas, pihak LP dimaksud telah mengirimkan sebanyak 35 orang napi ke LP Narkoba di Kota Langsa. (SUPARMIN)