Kadisdik Aceh Tamiang Perekat Masuknya Narkoba & Pornografy Kesekolah


"Jangan pernah kita bertanya, apa yang telah diberikan negara kepada kita. Tetapi tanyakanlah, apa yang telah kita berikan kepada negara",
Aceh Tamiang, beritalima.com| Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tamiang, Syamsul Bahri, SPd menghimbau kepada jajaranya untuk tetap teliti dan waspada terhadap siswa - siswinya dalam 2 hal, yakni penggunaan dan penyalagunaan serta penyimpanan video porno di dalam Handpone (Hp).
            Bahkan Kadis yang dikenal dengan ketegasan dan kedisiplinannya itu meminta Kepala Sekolah untuk melakukan infeksi mendadak (Sidak) ke asrama siswa-siswa untuk mengantisipasi adanya 2 hal dimaksud. Hal itu disampaikan Syamsul Bahri, SPd ketika dirinya usai melantik Kepala sekolah TK dan SMA, Rabu (5/11) yang diselenggarakan di AULA Dinas setempat.
            "Saya siap kapan saja jika diajak Kepala sekolah melakukan sidak ke asrama sekolah pada malam hari. Kita tidak boleh percaya begitu saja pada anak-anak, siapa tau diatara mereka ada yang menggunakan narkoba  atau menyimpan foto serta video orang miskin yang pemainya tidak pakai baju. Karena tugas kepala asrama dalam menangani jumlah siswa yang banyak itu tidaklah muda", papar Syamsul Bahri kepada Kepala sekolah SMAN  2 Patra Nusa, Drs Junaidi.
            Syamsul Bahri menggambarkan disalah satu SMPN diwilayahnya, ada seorang siswa yang kedapatan telah menyimpan banyak video porno. "Ketika dicek, banyak kali film orang miskinnya yang disimpan didalam Hp nya. Bahkan orang tua murid tersebut sempat dipanggil pihak sekolah utuk diberitahu terkait masalah anaknya itu", sambung Syamsul.
            Pada kesempatan itu, Syamsul megingatkan kepada Kepala TK untuk tidak terlalu jauh jika memberikan materi pelajaran kepada anak anak yang daya serapnya masih serba  dalam keterbatasan. Bahkan lanjut Syamsul lagi, saat ini kurikulum pelajaran anak TK sudah seperti kurikulum SD.
            Kepada Kepala Sekolah TK dan SMA yang baru dilantik serta para kepala sekolah dan puluhan guru yang hadir, Samsul mengajak untuk bekerja secara maksimal demi negara.
"Jangan pernah kita bertanya" apa yang telah diberikan negara kepada kita. Tetapi tanyakanlah, apa yang telah kita berikan kepada negara", ujarnya lagi. (SUPARMIN)