Kenaikan Harga BBM 2014, Picu Harga Sembako Yang Di Datangkan dari Medan

Langsa-Aceh, BeritaLima.com - Pasca kenaikan harga BBM yang diumukan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, maka dengan sendirinya terjadi kenaikan harga  kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) di rumah tanga terutama harga cabe merah dengan harganya sangat fantastis di luar perkiraan para pembeli, hal ini sudah terjadi dalam dua hari terakhir hingga mencapai angka Rp. 56.000/kg di pusat Pasar Kota Langsa, yang sebelumnya di kisaran antara Rp. 49.000/kg - Rp. 51.000/kg, itu adalah harga pagi harinya, Justru Dinas Terkait di jajaran Pemerintah Kota Langsa di duga belum melakukan "Action Plant"  terhadap masuknya bahan sembako dari luar daerah Aceh pada pasca kenaikan harga BBM yang memicu kenaikan harga sembako sejak hari Rabu (19/11).

Jelang Pagi pukul 05.30 WIB di pusat pasar pagi Kota Langsa sudah  tampak satu persatu pelanggan berbelanja di pasar itu, namun banyak keluhan yang terjadi ketika para pembeli menghampiri tumpukan cabe merah yang di datangkan dari  Luar Aceh yakni bersumber dari Sumatera Utara, untuk harga sembako lainnya masih dalam kisaran harga batas wajar belum ada kenaikan yang sangat melejit. " hanya harga cabe aja yang naik' demikian ungkap Maimun  penjual Cabe.

Maimul menambahkan "Sedangkan untuk harga Sembako setelah pengumuman kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), dipusat pasar pagi Kota Langsa, Rabu (18/11) masih tercatat normal. , cabe hijau Rp. 28.000,- per Kg, cabe kecil/rawit Rp. 35.000,- per Kg, bawang merah peking Rp. 15.000 per Kg, bawang merah jawa Rp. 18.000 per Kg, Harga cabe merah Rp. 56.000,- per Kg" katanya.

"Sayur-sayuran masih juga normal diantaranya, wortel Rp. 7.000 per Kg, kentang Rp. 9.000 per Kg, ada sedikit kenaikan yaitu daun sop prey yang biasanya Rp. 12.000 per Kg menjadi Rp. 16.000 per Kg dan tomat dari Rp. 9.000/kg menjadi Rp. 11.000 per Kg,  serta brokoli  dari kisaran harga Rp.13.000/ Kg ,- menjadi Rp. 15.000 per Kg" ucap Maimun.

"Harga minyak goreng curah Rp. 11.000 per Kg, dan untuk beras Tangse produk unggulan lokal Aceh ada kenaikan dari Rp. 142.000 per  sak (ukuran 15 Kg/sak) menjadi Rp. 145.000 per sak" katanya lagi.

"Harga daging sapi dipusat pasar pagi capai hingga angka Rp. 120.000 per Kg, itu adalah pada Rabu (19/11), Kenaikan harga daging sapi ini dikarena sapi yang disembelih didatangkan dai Kota Medan (Sumatera Utara)beda dengan harga ayam potong Sedangkan untuk harga ayam potong masih wajar berkisar diangka Rp. 20.000 per kg karena ayam potong kita ambil dari pengusaha lokal makanya harga jual masih stabil" kata slah satu pedagang daging Kota Langsa.

 "Untuk ikan segar di Kota Langsa seperti ikan Tongkol Rp. 26.000 per Kg, ikan tuna Rp. 25.000,- per Kg, ikan bandeng  Rp. 15.000 per Kg sementara harga udang berkisar diangka Rp. 45.000 per kg sampai dengan Rp. 50.000 per Kg tergantung jenis dan besar ukurannya". Ungkap pedangang udang.

Dalam penutup wawancara Maimun mengucapkan "Sampai hari ini belum ada yang naik sampai batas kewajaran, tapi kami bisa pasti akan naik dalam beberapa hari kedepan, sebab hampir 90 persen kebutuhan sembako untuk makan sehari-hari di datangkan dari Sumatera Utara dan bukan dari Langsa-Aceh, Dinas Perdagangan Langsa hingga saat ini belum melakukan aksi terkait masuknya barang Medan kesini yang harganya suka-suka hati yang bawa" ungkap Maimun.

Pengamatan wartawan beritalima.com bahwa "Sejumlah pedagang yang berjualan di area  pusat pasar pagi Kota Langsa tampak, kenaikan BBM masih belum berdampak berat terhadap kenaikan harga sembako yang berkisar kenaikan Rp. 3000 sampai dengan Rp. 5000 per item bahan sembako, namun setelah para sampai di kios-kios sekitar gampong kita tidak mengetahui apakah mereka menaikkan harga yang sama dengan di pasar pagi atau sekedarnya itu bergantung pada pedagang sayur-mayur di tingkat kios kecil di desa/gampong. (KABIRO LANGSA: EDDY KHALIL )