PPAB GMNI Kota Mataram

"KEMBALIKAN SEMANGAT JUANG PEMUDA-MAHASISWA"

BERITA LIMA LOMBOK – Lunturnya semangat berorganisasi dan berjuang di kalangan mahasiswa saat ini tidak menyurutkan tekat dan komitmen dari kader-kader GmnI Kota Mataram untuk terus melakukan proses pengkaderan. Kemarin (05/11) puluhan kader baru pejuang pemikir – pemikir pejuang ini, memenuhi Aula Gedung KNPI NTB, mereka hadir dalam rangka mengikuti Pekan Penerimaan Angota Baru (PPAB) GmnI Kota mataram.
Menurut paparan yang disampaikan bung rahmanes selaku ketua panitia, kepada wartawan berita lima, menjelaskan bahwa PPAB kali ini dihadiri oleh 36 orang peserta/kader yang berasal  dari tiga komisariat yakni IKIP Mataram, IAIN Mataram dan UNAWA Mataram. Menurut rahman Peserta yang hadir dalam PPAB ini benar-benar telah melewati uji kelayakan dan penyaringan selama 1 bulan, sebagai prasyarat mengikuti PPAB, hal ini juga dapat dilihat dari betapa semangat dan antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan ini.
Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini di buka langsung oleh ketua DPC GmnI Kota Mataram, Jumaidi. Selain itu tampak juga hadir alumni GmnI Kota Mataram Bung L. Satria Wangsa dalam kegiatan ini.
Ada tiga materi pokok yang disampaikan dalam kegiatan PPAB kali ini, yakni : Peran pemuda dan mahasiswa dalam pembangunan bangsa dan masyarakat disampaikan oleh  Bung L. Kusuma Jayadi, materi Nasionalisme dan Patriotisme disampaikan oleh  Bung Saifudin Maliagung dan  materi ke-GmnI-an di sampaikan oleh Bung Sudirman Haryanto. Tampak Peserta begitu antusias dan semangat mengikuti penyampaian materi kegiatan, menurut paparan Bung Yanto, saat dikonfirmasi wartawan berita lima, selesai mengisi materi tentang ke-GmnI-an menjelaskan bahwa "PPAB GmnI kali ini, sungguh terasa berbeda dari PPAB sebelumnya. Hal ini terlihat dari semangat dan antusiasme peserta-pesertanya. Rasa keingintahuan peserta yang begitu besar tentang GmnI, Nasionalisme, dan ajaran Bung Karno yang dituangkan dalam pertanyaan yang bertubi-tubi dan begitu banyak menjadi bukti bahwa GmnI adalah organisasi yang masih butuhkan di kalangan mahasiswa".
Dalam kesempatan yang sama, Sekjend GmnI Kota Mataram Alfian Haris Paratef yang kerap disapa Bung Piok juga menambahkan bahwa "memang GmnI lah jawaban satu-satunya dari organisasi yang mereka butuhkan karena GmnI satu-satunya orgasnisasi kemahasiswaan yang masih konsisten mempartahankan UUD dan Pancasila 1 Juni 1945 sebagai dasar Negara, begitu juga dengan kajian-kajian yang dilakukan kader-kader GmnI selama ini, tetap konsen melakukan kajian-kajian tentang pokok-pokok ajaran Bung Karno, karena keyakinan bahwa pancasila, marhaenisme adalah sentesa sekaligus jawaban akhir dari persoalan bangsa ini, tetap ada dan dipupuk di setiap dada kader-kader GmnI".
Selain tiga materi pokok tersebut, sebelum di tutup peserta juga disuguhi Game yang telah disiapkan panitia untuk melatih kejelian, ketelitian dan ketangkapan dalam berfikir. (YJ)