Sosialisasi ISPO, PT.PP.Pati Sari Bekali Pemahaman Tentang Pengelolaan Kebun Sawit


Aceh Tamiang, beritalima|Sejumlah Pengusaha dan petani pemasok Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit pada Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PKS) PT Pati Sari Kabupaten Aceh Tamiang menerima pembekalan serta pemahaman terhadap penerapan teknis petunjuk dan peraturan-peraturan pemerintah terkait aspek-aspek lingkungan diperkebunan kelapa sawit.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh PKS PT Pati Sari, Jumat (28/11) di Aula PKS tersebut bertujuan untuk mensosialisasikan tentang  " Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO)" perusahaan perkebunan kelapa sawit. Berkaitan dengan itu, pihak PT Pati Sari mengajak serta menghimbau sesama pengelola kebun kelapa sawit berstatus badan usaha maupun perorangan/petani kelapa sawit untuk bersama sama mendukung dan mentaati segala aturan aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Manager PKS PT Pati Sari, Edy meyebutkan, Kunci utama suksesnya implementasi ISPO adalah komitmen dari PKS PT.PP. PATI SARI dengan pemasok buah yang ada disekitar perusahaan. Strategis dimaksud kata Edy, tidak akan pernah berjalan secara efektif jika para pemasok buah tidak mendukungnya.
Edy menjelaskan, keberhasilan program dalam menyikapi dan mentaati segala panduan yang dibuat pemerintah bukan semata hanya menguntungkan pihak PKS, namunkata Edy, keberhasilan program tersebut merupakan mampu menguntungkan semua pihak. ISPO yang dibuat berdasarkan  Kepmen melalui PERMENTAN Nomor 19/PERMENTAN/OT.140/3/2011, sebagai pemandu untuk meningkatkan daya saing minyak kelapa sawit Indonesia dipasar dunia.
Sebab, secara logika, jika daya saing minyak sawit Indonesia tinggi karena kualitas dan mutu yang ada didalamnya sangat baik, niscaya  harga jual TBS juga bias meningkat pula. Melalui perusahaan, ISPO juga mengharapkan segala aspek yang menguntungkan bagi masyarakat, social dan lingkungan dapat terwujud.
Sementara itu, narasumber sosialisasi tentang ISPO, Haris Silalahi mengatakan, pengelolaan perkebunan harus mentaati segala aturan yang tela ditetapkan oleh pemerintah.
"Memahami pedoman teknis pengelolaan dan pelestarian lingkungan dalam langkah perusahaan kedepan, demi tercapainya pembangunan perkebunan berkelanjutan sesuai sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia yang terkait dengan dengan pengembangan kelapa sawit", ungkap Haris Silalahi selaku dari konsultan pihak ke 3 PKS PT Pati Sari.
Silalahi juga menyebutkan,   pihak Management perusahaan wajib (mandatory) bersikap transparansi, memiliki kepatuhan terhadap peraturan produktifitas, memiliki perhatian serta kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan kesejahteraan karyawan sesuai yang diharapkan pemerintah agar setiap pelaku usaha perkebunan diberi batas waktu sampai akhir tahun 2014  untuk melaksanakan sertifikasi ISPO.
Untuk menuju kearah itu, sambung Haris Silalahi, pihak perusahaan wajib menjalankan serta menunaikan Corvorate Social Responsibility (CSR) secara menyeluruh serta berkesinambungan dan tepat guna.
  
"Kepatuhan Hukum, Kelayakan Usaha, pengelolaan lingkungan dan hubungan social merupakan 4 hal pedoman ISPO yang kemudian dirumuskan kedalam 7 prinsip, 27 kriteria dan 117 indikator. Sementara itu, 7 prinsip ISPO dimaksud adalah system perizinan dan managemen perkebunan, penerapan pedoman teknis dan pengelolaan kelapa sawit, pengelolaan dan pemantauan lingkungan, tanggung jawab terhadap pekerja, tanggung jawab social dan komunitas, pemberdayaan kegiatan ekonomi masyarakat dan peningkatan usaha berkala secara berkelanjutan", ujar Haris Silalahi.
Kegiatan sosialisasi itu juga diisi dengan petunjuk tentang tata cara memanen TBS yang baik, pola pemupukan serta pemeliharaan tanaman hingga kepada pemilihan benih/bibit kelapa sawit yang dapat menghasilkan buah dengan produksi minyak yang memiliki mutu dan kualitas yang baik. (SUPARMIN)