4468 Hektar Tanaman Padi Di Aceh Tamiang Terendam Banjir


Aceh Tamiang, beritalima|Dampak Hujan deras yang mengguyur diwilayah Kabupaten Aceh Tamiang sejak beberapa hari telah mengakibatkan ribuan hektar lahan pertanian tanaman padi dan palawija terancam puso dan gagal panen.
Seluas 4468 ha tanaman padi dan 40 ha penangkaran benih  kacang kedelai di 11 Kecamatan di Kabupaten itu dikabarkan terendam air. Namun pihak Dinas Pertanian dan Peternakan setempat belum dapat memastikan seberapa luas tanaman padi yang puso, rusak dan gagal panen akibat banjir tersebut.
                Menjawab beritalima, Plh Kepala Dinas Pertanian Dan Peternakan Kabupaten Aceh Tamiang, Ir Sabariah, MP didampingi Kabid Produksi Dan Perlindungan Tanaman, Fatimah Hanum, SP diKantornya menyebutkan, saat ini pihaknya masih melakukan upaya pendataan dilapangan.
                "Sekarang masih kita lakukan pendataan lapangan sebagai upaya mendeteksi luas areal pertanian tanaman pangan yang rusak maupun puso akibat terendam banjir", ungkap Sabariah.
                Saat ini papar Sabariah, pihak Dinas Pertanian masih belum bisa melihat tingkat kerusakan pada  tanaman dimaksud karena banjir yang merendam ribuan lahan persawahan belum juga surut.
                Tahap awal ini, kita masih melakukan pendataan, Setelah banjir telah surut, kata Sabariah pihaknya akan mendata tentang jumlah hektar tanaman pada tingkat kerusakannya yang kemudian akan di laporkan ke tingkat Provinsi Aceh.
                Disinggung tentang langkah-langkah yang akan dilakukan pihak Dinas Pertanian dan Peternakan Aceh Tamiang dalam penanggulangan pasca banjir terhadap para petani yang mengalami kerugian dalam jumlah yang sangat besar, Sabariah tidak bisa berbuat banyak. Hal itu disebabkan oleh ketiadaan dana mengingat anggaran tahun 2014 sudah habis.
                Hasil pendataan lapangan di 11 Kecamatan oleh Koordinator Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman – Pengendalian Hama Penyakit (POPT-PHP) pada Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Aceh Tamiang terhadap lahan pertanian tanaman pangan jenis padi yang terendam banjir sebagai berikut:
                Kecamatan Karang Baru seluas 1200 ha, Kecamatan Tenggulun seluas 128 ha, Kecamatan Manyak Payed seluas 490 ha, Kecamatan Kejuruan Muda seluas 110 ha, Kecamatan Tamiang Hulu seluas 235 ha, Kecamatan Bandar Pusaka, 75 ha, Kecamatan Banda Mulia seluas 540 ha, Kecamatan Bendahara seluas 750 ha, Kecamatan Rantau seluas 600 ha, Kecamatan Seruway seluas 325 han dan Kecamatan Sekerak seluas 15 ha.
                "Yang terendam banjir yaitu, tanaman padi seluas 4468 hektar sedangkan untuk tanaman kacang kedelai seluas 40 hektar di kecamatan Rantau", ungkap Sabariah.
                Lebih lanjut Sabariah mengatakan, seluas 40 ha tanaman kacang kedelai di Kecamatan Rantau yang terendam banjir tersebut merupakan tanaman penangkaran benih untuk pengadaan benih tahun 2015 mendatang.
"Jumlah penangkaran benih ada sebanyak 8 kelompok tani yang ada di 5 Kecamatan dengan luas keseluruhannya mencapai 300 hektar yakni di Kecamatan Bandar Pusaka, Tamiang Hulu, Kejuruan Muda, Rantau dan Manyak Payed. Penangkaran benih kacang kedelai yang terendam di Kecamatan Rantau tersebut merupakan salah satu diantaranya", ujar Sabariah. (Suparmin)
foto:
1- Plh Kadis Pertanian dan Peternakan Kabupaten Aceh Tamiang, Ir Sabariah, MP dan
Kabid Produksi Dan Perlindungan Tanaman, Fatimah Hanum, SP
2- Ilustrasi sawah terendam banjir