Pembangunan Drainase Kota Kualasimpang Harus Diawasi Secara Ketat


Aceh Tamiang, beritalima| Masyarakat Aceh Tamiang diharapkan turut berperan aktif dalam mengawasi pelaksanaan pekerjaan proyek drainase pracetak di Kota Kualasimpang. Pasalnya pihak rekanan selaku pelaksana kerja terkesan memburu waktu terkait  perlu . Proyek pembangunan drainase di Kota Kualasimpang lamban dan terancam tidak rampung akhir tahun ini.
        Dikhawatirkan, dengan sisa waktu yang sangat minim ini, pihak kontraktor memiliki peluang untuk mencari celah guna melakukan kecurangan dalam pekerjaan demi untuk membuat laporan ke Intansi terkait untuk proses penarikan dana proyek sebesar Rp 2,3 Milyar oleh PT Lince.
        Pantauan beritalima sejak beberapa hari lalu, pamasangan beton pracetak leter U disejumlah titik diletakkan kedalam parit dengan posisi tidak rapat yang selanjutnya ditimbun. dengan tanah. Hal ini sangat rawan terhadap ancaman pengikisan tanah dasar bahu jalan yang tergerus oleh air melalui celah celah beton pracetak tersebut dan berujung amblasnya badan jalan.

​PPTK Proyek pada Bagian Cipta Karya Dinas PU Kabupaten Aceh Tamiang, Edy  ditemui beritalima dilokasi proyek beberapa hari lalu mengatakan, jika ada kerenggangan diantara beton pracetak akan dilakukan penempelan plaster semen pasir dari lobang kontrol. Uniknya lagi, kenapa penempelan dimaksud baru akan dilakukan setelah parit ditutup dan dikeramik.
           Padahal penempelan kerenggangan itu lebih mudah dilakukan dalam keadaan parit masih terbuka dan tidak harus dikerjakan dalam keadaan gelap dan sulit karena parit sudah tertutup oleh lantai berkeramik sepanjang ratusan meter meliputi Jalan Letjend R Suprapto dan Jalan Mayjend Sutoyo.
          Meskipun pihak kontraktor sangat optimis kalau pekerjaan tersebut bisa dirampungkan sesuai dengan jadwal, namun dikhawatirkan ada dugaan hasil pekerjaan dimaksud tidak maksimal.
           Koordinator Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara-JP) Aceh Tamiang Suharto Sembiring menilai, proyek tersebut terancam tidak selesai di 2014 sebab masih banyak item pekerjaan seperti memplester sponing, pemasangan keramik dan pemasangan tutup drainase yang bakal memakan waktu tiga hingga lima hari, dia melihat ada sejumlah kekurangan di sana-sini.
        "Banyak renggangan antara box yang satu dengan lainnya. "Jika box model letter U itu tidak menyatu, lambat laun drainase amblas diterjang arus, untuk itu masyarakat Aceh Tamiang diharapkan perannya dalam melakukan pengawasan", kata Suharto.
(SUPARMIN)