Pemkab Harus Tanggap Terhadap Dampak Banjir Pada Manusia



Aceh Tamiang, beritalima| Wakil Ketua  DPRK Aceh Tamiang, Juanda, S.IP  telah menemukan  sejumlah anak-anak mulai diserang penyakit perut kembung, demam dan  gatal-gatal saat kunjungannya ke camp pengungsian dan disejumlah lokasi permukiman penduduk yang terendam banjir. Dikawatirkan, jika tidak ditangani secara signifikan, akan menjadi wabah sehingga mengakibatkan menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat pengungsi korban banjir.

              Melalui selulernya kepada beritalima, Rabu (24/12) Juanda menegaskan, pihak eksekutif seharus cepat tanggap dengan kondisi prost major seperti dihadapi masyarakat saat ini. BPBD, Dinas Kesehatan dan dinas Sosial harus segera bertindak lebih agresif untuk urusan kesehatan kemanusiaan.
              Dia menambahkan, apalagi, Aceh Tamiang merupakan salah satu Kabupaten siaga bencana (tanggap darurat nasional), mengingat eskalasi banjir diwilayah ini tertinggi di Aceh.
              Menurut Juanda, Anggaran Pembangunan dan Belanja Kabupaten (APBK) Atam, tidak disalurkan ke fisik-fisik saja, melainkan harus menyentuh ke akar rumput (Rakyat Kecil), sebab sendi-sendi ekonomi suatu pemerintah berangkat dari bawah keatas, bukan dari atas kebawah.
             Saluran irigasi sangat bermanfaat bagi kehidupan rakyat kecil, disamping untuk kebutuhan pertanian, juga mampu mengurangi efek banjir, sebagai penampung air bah. Memang terlihat sepele, akan tetapi itu semua sangat signifikan, sambung Juanda.
           "Saya tidak katakan 15 desa terendam itu hasil refortase media yang meliput langsung. Tapi saya lihat dengan mata saya, saat ini banyak masyarakat  bertahan di tenda-tenda darurat. Saya berharap pemerintah cepat merespon dan menanggapi keluhan derita masyarakat hari ini," tegas Juanda. (Suparmin)