Peringati Hari Ibu, IGTKI Aceh Tamiang Gali Potensi Dan Bakat

Aceh Tamiang, beritalima|Sebanyak 24 Taman Kanak-Kanak (TK) dan Kelompok Bermain (KB) di 6 UPT Dinas Pendidikan dalam Kabupaten Aceh Tamiang ikut meramaikan kegiatan lomba bercerita menggunakan alat. Tujuan kegiatan yang diadakan oleh Ikatan Guru TK Indonesia Kabupaten Aceh Tamiang tersebut untuk meningkatkan kreatifitas guru TK.
           Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tamiang, Muhammad Nur, SPd, MSi kepada  beritalima mengaku salut dan merasa sangat  kagum terhadap keantusian para guru TK dan PAUD. Pasalnya meskipun kampung halaman sebahagian peserta ada yang terendam banjir namun masih mampu menyempatkan diri dalam memenuhi undangan panitia kegiatan.
           "Kita sangat berapresiasi dan salut kepada para guru TK. Tidak sedikit dari mereka yang kampungnya terendam banjir dan bahkan jalan untuk mencapai kesini terendam dan digenangi banjir, numun semangatnya masih mampu melawan rasa takut dan keenggananya untuk hadir hanya karena masalah banjir", ujar Muhammad Nur.
Semangat yang dimiliki para guru TK dan KB tersebut, kata Muhammad Nur merupakan cermin kepribadian seorang guru TK-KB sebagai pencetak akhlak anak bangsa sejak dini tanpa memandang sisi kepentingan pribadinya, sesuai motto, berjuang tanpa pamrih dan pahlawan tanpa tanda jasa.
"Walau dibayar dengan gaji yang sangat sedikit, tetapi tekad dan kemauan mendidik dilakukan secara ihklas demi mencerdaskan anak bangsa. Ini kan suatu prilaku yang patut untuk kita tauladani,", papar Muhammad Nur.
Ketua IGTKI KABUPATEN Aceh Tamiang, Khairul Bariah, SPd didampingi Bendahara Panitia kegiatan, Dasmawati, SPd (Ades) memaparkan, kegiatan lomba tersebut digelar berkaitan dengan hari Ibu yang terselenggara secara rutin.
"Kegiatan ini tetap melibatkan antara Ikatan Guru TK Indonesia Kabupaten Aceh Tamiang (IGTKI) dengan Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) setempat sebagai panitia. Berkaitan dengan memperingati Hari Ibu, semoga bisa meningkatkan kopetensi guru dalam mendidik benih benih bangsa".
Disebutkan juga, kegiatan lomba tersebut sebagai ajang menggali bakat yang selama ini belum tersalurkan. Disini guru bisa menunjukkan bakat, kemampuan dan petensinya yang terpendam dalam dirinya. Semoga mereka bisa mengembangkan bakatnya dengan berkarya dan ditanamkan pada diri anak anak didiknya, harap Khairul Bariah. (Suparmin)