Sejumlah Desa Di Aceh Tamiang Dikepung Banjir


Aceh Tamiang, beritalima:  Hujan Lebat yang mengguyur Kabupaten Aceh Tamiang sejak Kamis (18/12) malam mengakibatkan terputusnya hubungan transportasi darat disejumlah kawasan. Terutama sekali di Kecamatan Tenggulun.

Desa Tenggulun Kecamatan Tenggulun merupakan sasaran paling awal terendam air apabila musim penghujan tiba. Beberapa titik poros jalan paling rawan banjir adalah kawasan Jaman Karo Dusun Adil Makmur I sekitar 700 meter, kedalaman banjir didaerah itu rata rata bisa mencapai ketinggian 2 meter, kawasan proyek, ujung proyek (selamat datang), jalan Dusun Suka Damai-Sumberjo, Jembatan Alur Merah, Blok Dua  Simpang dan Titi Merbau,.
Selain itu di Jalur jalan Tenggulun-Simpang Seumadam yang rawan terendam banjir yakni sekitar simpang Tiga Tenggulun-Kampung Selamat, Jembatan Kuso, Jembatan Simpang Kiri, Simpang Rimba Sawang dan Simpang Mopoli.
Informasi berhasil dihimpun, Jumat (19/12) seluruh titik rawan banjir tersebut sudah tergenangi air. Liana (19) warga Dusun Adil Makmur I, Desa Tenggulun di Karang Baru kepada beritalima menyebutkan, untuk menuju ke Kota Kualasimpang, dirinya bersama temannya harus melalui jalan alternative lain, yaitu melalui daerah perkebunan PT Sisirau yang menembus di Kecamatan Besitang, Langkat Sumatera Utara.
"Untuk bisa sampai disini, kami lewat jalan Kebun PT Sisirau. Karena semua daerah yang rawan banjir sudah tergenangi oleh air", ungkap Liana yang di amini temannya, Dayani.
Bus Damri rute Kota Kualasimpang – Tenggulun, Jumat (19/12) sore terpaksa menurunkan penumpangnya dijalanan karena tidak bisa melanjutkan perjalanannya akibat  air banjir sudah menggenangi badan jalan disejumlah titik.
Sementara itu, debit air sungai Tamiang hingga Jumat sore semakin meningkat. Air sungai juga sudah mulai meluap kepermukiman warga Desa Suka Jadi Kecamatan Karang Baru. Padahal, sejak Rabu malam kemarin, sejumlah warga Dusun Citra III Desa Suka Jadi sudah mengungsi akibat rumahnya tergenang air. Namun banjir semakin meingkat, kini ratusan jiwa dan puluhan KK sudah sudah mengungsi dirumah keluarga dan tetangga yang posisi rumahnya tidak terkena banjir. (Suparmin).