Sekda Harapkan Alumni Diklat PIM II Jadi Jembatan Perubahan

Sekdaprov Jatim Ahmad Sukardi saat mengharapkan alumni Diklat Kepemimpinan (PIM) Tingkat II bisa menjadi jembatan terjadinya perubahan yang lebih berarti di tempat kerjanya masing-masing.
"Disamping perubahan diharapkan juga membawa perbaikan dan peningkatan yang signifikan dari apa yang sudah diinisiasi dalam proses belajar," ungkapnya saat menutup Diklat PIM Tingkat II Provinsi Jatim Angkatan XXXIV Tahun 2014 di Bandiklat Prov. Jatim, Tandes, Surabaya, Jum'at (05/12).
Ia mengatakan, pejabat eselon II berada di tingkat kepemimpinan strategis, yang tugasnya tidak sekedar menerapkan prinsip mengelola organisasi secara normatif dan administratif. Melainkan harus mampu mengoptimalkan dan memperbaiki sistem sehingga dapat mendukung terwujudnya kinerja yang efektif dan efisien. "Yang terpenting bisa mencipatkan pelayanan publik yang prima dan inovatif," imbuhnya.
Ditambahkan, seorang pejabat eselon II dituntut mampu menterjemahkan visi misi Kepala Daerah. Rencana pencapaian tersebut harus dituliskan melalui penetapan target kinerja yang sejalan dengan program prioritas maupun penunjang. Selain itu, juga harus memiliku kepekaan terhadap perkembangan lingkungan strategis, sehingga mampu mengambil langkah yang antisipatif dan efektif. "Dalam pencapaian hasil ini diperlukan wawasan dan jejaring yang luas," tukasnya.
Hal lain yang juga penting adalah  bagaimana membuat terobosan dan inovasi, mencetuskan hal baru yang berorientasi kedepan untuk meningkatkan kinerja pelayanan publik. Karenanya diperlukan kemampuan membangun relasi dan komunikasi  yang baik dengan pimpinan, stakeholder, bawahan, juga masyarakat luas.
Lebih lanjut disampaikan, menghadapi Asean Economic Community (AEC) Tahun 2015, pada tataran makro diperlukan penguatan koordinasi dan sinergitas kebijakan antara pusat dan daerah. Pemerintah juga berperan untuk memfasilitasi dan menciptakan iklim yang kondusif bagi meningkatnya daya saing. "Daya saing yang dimaksud mencakup daya saing SDM secara umum, serta komoditas atau produk yang dihasilkan," jelasnya.
Peran pemerintah tersebut akan tercapai optimal, apabila birokrasi aktif mendorong tumbuhnya enterpreneurship. Di samping itu juga memberikan fasilitas yang memadai untuk mengawal upaya peningkatan kesejahteraan ekonomi dan sosial masyarakat. "Aparatur harus meningkatkan pelayanan publik, serta memberikan edukasi dan pembinaan dalam rangka meningkatkan daya saing.
Ia berpesan, selamat bertugas kembali dengan bekal dan semangat baru kepada seluruh alumni. Sepulang dari kampus Bandiklat Prov. Jatim, selain membawa ilmu untuk dikembangkan di unit kerjanya masing-masing, juga membawa kesan positif mengenai Jatim. "Sebelum kembali ke daerah masing-masing, silahkan berkunjung ke beberapa daerah di Jatim yang sudah memiliki keunggulan batik khas yang unik," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bandiklat Prov. Jatim Saiful Rachman mengatakan, Diklat PIM II Angkatan XXXIV diselenggarakan selama 92 hari, mulai 13 Agustus – 5 Desember 2014. Diikuti oleh 60 peserta yang berasal dari pemerintah provinsi, kabupaten, kota, dan pusat.
(Humas Setdaprov. Jatim dwi/irawan)