Suara Pembaca : Menyusul seruan Piagam Karakter Pandu Indonesia 27 Desember 2014

[http://m.edisinews.com/berita-piagam-karakter-pandu-indonesia.html], maka pada 28 Desember 2014 yang lalu, alumni-alumni Pandu Rakyat Indonesia merayakan hari lahirnya yang ke 69 tahun di Ruang Serba Guna Rumah Sakit Jakarta, sekaligus mengajak rakyat Indonesia bertahun baru 2015 dengan menyegarkan kembali semangat kerakyatan dan kebangsaan Indonesia.
Pembentukan Pandu Rakyat Indonesia pada 28 Desember 1945 itu dengan atribut kerakyatan dan kebangsaan itu tampaknya senada saja dengan semangat kerakyatan dan kebangsaan seperti Badan Keamanan Rakyat yang terbentuk pada 23 Agustus 1945 dan kemudian menjadi Tentara Rakyat Indonesia, lalu Tentara Republik Indonesia selanjutnya Tentara Nasional Indonesia sampai sekarang.
Terpilihnya tanggal 28 Desember 1945 itu diyakini terkait dengan tanggal 28 Oktober 1928 merujuk syair "Pandoe Iboekoe" pada lagu kebangsaan "Indonesia Raja" ciptaan komponis WR Soepratman yang kini telah didapuk sebagai Pahlawan Nasional dan bermakam di Kenjeran, Surabaya.
Pembentukan Pandu Rakyat Indonesia pada 28 Desember 1945 itu bertepatan dengan pasca the battle of Soerabaja Oktober 1945 sampai dengan Desember 1945, bersuasana batin Jiwa Semangat Nilai-nilai 45, diyakini berkerangka ketahanan bangsa, bela negara dan kawal Proklamasi Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945 serta kokohkan kiprah  konstitusi Undang Undang Dasar 18 Agustus 1945.
Pembentukan itu ditandai "Janji Ikatan Sakti" yakni 1) Melebur segenap Perkumpulan Kepanduan Indonesia dan dijadikan satu organisasi Kepanduan : Pandu Rakyat Indonesia, 2) Tidak akan menghidupkan lagi kepanduan yang lama, 3) Tanggal 28 Desember diakui sebagai Hari Pandu bagi seluruh Indonesia, 4) Mengganti setangan leher yang beraneka warna dengan warna Hitam.
Sejarah kemudian membuktikan bahwa berselang 5 (lima) tahun pertama, kinerja Pandu Rakyat Indonesia dikenali sebagai Pandu Pancasilais dimana menginduk dan bernaung banyak organisasi-organisasi kepanduan lokal.
Keterlibatan anggota-anggota Pandu Rakyat Indonesia dalam Perang Kemerdekaan 1945-1949 ditandai signifikan seperti dalam bina teritorial misal peringatan 17 Agustus 1948 di Pegangsaan 56 Jakarta yang mengundang aksi Polisi Militer Belanda dan berdampak korban Pandu Indonesia tewas yaitu Soeprapto, serta sumber daya manusia Kejuangan 45.
Oleh karena itulah Pandu Rakyat Indonesia layak berkehormatan juga sebagai pelaku proaktif Kejuangan 45.

Jakarta, 1 Januari 2015

Pandji R Hadinoto
Anggota Badan Pembudayaan Kejuangan 45 dan eks anggota Pandu Rakyat Indonesia


Pandji R Hadinoto, BaMus NasPan45
Politisi Keadilan & Persatuan Indonesia
PARRINDO - Parlemen Rakyat Indonesia
PKP17845 - Poros Koalisi Proklamasi 17845
Editor www.jakarta45.wordpress.com