Menghapus Batas Desa dan Kota

Bojonegoro, Rasanya acapkali kita membaca " Selamat Datang anda memasuki Kota Bojonegoro " pemandangan ini lumrah kita temui tidak hanya di Bojonegoro namun juga hampir diseluruh wilayah Indonesia. Kini ketika anda menjejakkan kaki di Bojonegoro maka anda akan jarang menemukan hal itu. Yang menjadi pertanyaan mengapa hal itu terjadi. Ini reformasi yang tengah digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dibawah kepemimpinan Bupati Drs. H. Suyoto Msi dan Wakil Bupati, Drs. H. Setyo Hartono MM.
Dengan adanya pembatas ini semacam mengkotakkan mana daerah kota dan desa, padahal di Bojonegoro selogan saat ini adalah " Deso Roso Kutho-Kutho Roso Desa". Kini tidak ada lagi batas antara desa dan kota semua sama, kita bisa menemukan identitas desa dimanapun dan sebaliknya identitas kotapun bisa kita temui meski tengah berada didaerah-daerah pelosok Bojonegoro. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Pemkab Bojonegoro, Nurul Azizah ketika ditemui Humas diruangannya menjelaskan bahwa Dinas yang dipimpinnya kini tengah mengerjakan proyek dalam rangka mewujudkan identitas itu, salah satunya adalah pada tahun 2015 ini akan membangun beberapa taman dikompleks pemakaman. Selain itu ditahun ini pula akan dibangun taman tematik serupa dengan alun-alun Bojonegoro yang tersebar di Bojonegoro dan lima kecamatan lainnya.  Tidak hanya itu saja untuk menciptakan harmonisasi suasana desa dan kota. Tak segan pula memboyong beberapa tanaman yang banyak tumbuh di pelosok-pelosok akan ditanam di titik-titik daerah di wilayah perkotaan. Selama ini Desa identik dengan suasana hijau dan asri, banyak pepohonan dan udara yang segar. Maka di wilayah-wilayah yang gersang di beberapa titik juga akan dihijaukan dengan tanaman-tanaman yang selama ini banyak tumbuh di pelosok.
Sedangkan untuk konsep taman dikompleks pemakaman ini adalah dengan membangun taman yang asri dengan aneka tanaman bunga serta dilengkapi pula dengan kolam/air mancur serta tempat istirahat bagi peziarah. Konsep taman dipemakaman ini adalah mengingatkan kita bahwa ini adalah rumah masa depan yang kelak akan dihuni. Selama ini kesan yang tercipta dari makam adalah tempat yang angker dan kotor, kini kesan itu akan diubah makam adalah tempat yang nyaman. Dimakam ini merupakan tempat peziarahan, di makam itu pula bersemayam orang-orang yang kita cintai dan sayangi. Sehingga menciptakan kesan bahwa makam adalah tempat yang nyaman dan ada ikatan antara yang hidup dan mati. Agar senantiasa mengingatkan pula saat ini kita hidup dan kelakpun kita akan menuju ke tempat-tempat itu. Inipula adalah membangun ikatan spiritual sehingga mengingatkan kualitas keimanan kita. Menurut Kepal DKP bahwa saat ini makam Desa Bakung menjadi area percontohan untuk taman Makam di Bojonegoro.
Tidak sekedar itu Taman-Taman lain yang bersifat tematik juga akan di bangun ditahun ini diantaranya adalah Taman di Desa Mulyoagung, Taman yang bertema edukasi di Depan Sekolah Model Terpadu di Desa Sukowati Kecamatan Kapas. Selain itu Taman di Desa Gajah Kecamatan Baureno yang mengusung tema satwa salah satunya gajah yang menjad ikon. Ditambahkan, taman lain adalah Taman di Desa Kecamatan Margomulyo, taman ini nantinya menurut Nurul Azizah akan mengusung tema tentang aneka kerajinan akar jati yang memang banyak diproduksi oleh wilayah Kecamatan Margomulyo.