Pasca Banjir Besar, Petani Di Kabupaten Aceh Tamiang Terpuruk,


Ribuan Ha Tanaman Padi dan Ratusan ha Palawija Puso 

Aceh Tamiang, beritalima| Hasil pendataan akurat Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Aceh Tamiang terhadap kerusakan tanaman pangan pasca banjir yang menenggelamkan ribuan hektar lahan pertanian beberapa waktu lalu menyebabkan petani didaerah itu mengalami kerugian dengan jumlah yang sangat besar.
                Pasalnya, dari 11 Kecamatan yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani mengeluh karena ribuan hektar tanamannya mengalami gagal panen atau puso. Bahkan dari 11 Kecamatan tersebut, Kecamatan Karang Baru, Kecamatan Manyak Payed, Kecamatan Seruway, Kecamatan Rantau dan Kecamatan Bendahara merupakan daerah yang terluas lahan pertaniannya yang mengalami puso, demikian diungkapkan Kabid Produksi Dan Perlindungan Tanaman, Fatimah Hanum, SP ketika dikonfirmasi beritalima diKantornya, Senin (5/1).
                Disebutkan fatima Hanum, seluas 4,512 Hektar tanaman padi terkena banjir terparah sehingga mengakibatkan 1,152 hektar diantaranya puso. Selain itu juga kata Hanum seratusan hektar tanaman palawija jenis jagung, kacang kedelai dan cabai juga dinyatakan puso.
                "Sesuai hasil pendataan yang dilakukan Pak Rachmansyah selaku  Koordinator Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman – Pengendalian Hama Penyakit (POPT-PHP) kepada kami pada 30 Desember 2014, luas tanaman padi yang mengalami kerusakan tingkat tinggi atau terparah seluas 4,512 ha, jagung 16 ha, kacang kedelai 140 ha dan cabai seluas 2 ha. Namun yang total puso seluas 1,041 hektar, jagung 12 ha, kacang kedelai 118 ha dan cabai 1 ha", jelas Hanum.
                Fatimah Hanum menyebutkan data kerusakan dan puso pada tanaman padi serta palawija yang dialami para petani sudah dilaporkan ketingkat Provinsi Aceh serta tingkat Pusat. Hanum juga berharap semoga Pemerintah Aceh maupun Pemerintah Pusat  dapat memberikan bantuan kepada para petani yang mengalami kerugian akibat musibah banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada penghujung tahun 2014 lalu.
                "Kalau Pemkab Aceh Tamiang saat ini sudah tidak memiliki anggaran untuk menanggulangi para korban, seperti halnya memberikan bantuan jenis benih maupun pupuk serta obat obatan. Karena ketiadaan dana. Tapi kita berharap pemerintah Aceh dan Pusat hendaknya bisa membantu meringankan beban para petani yang terkena musibah", ujar Hanum. (SUPARMIN)