Pasca Kaburnya Tahanan Kholili dari Mapolsek Pucanglaban

Tulungagung (beritalima.com), Pasca Kerusuhan di Mapolsek Pucanglaban yang mengakibatkan tahanan polsek Kholili kabur dari tahanan, pihak polsek melakukan upaya penangkapan kembali terhadap tahanan yang berhasil di lepaskan dari jeruji besi.

Setelah massa dan situasi dianggap kondusif, sekitar pukul 22.00 Tim buru sergap segera melakukan pengejaran di rumah tersangka Kholili. Namun rupanya tersangka tidak berada dirumahnya dan justru petugas di halang-halangi oleh Angga (18) yang merupakan putra dari Kholili.

Angga saat datang ke mapolsek bersama 300an warga juga diketahui membawa senjata tajam berupa parang. Demikian juga saat di tangkap di rumahnya juga ditemukan barang bukti berupa sajam yang di bawa saat menyerbu Mapolsek kemudian Angga di amankan dan di bawa ke Mapolres. Selain Angga polisi juga membawa 4 warga yang lain diantaranya 2 teman Angga yang saat kejadian beradadi rumah Angga serta  Kepala Desa Pucanglaban Tulus dan perangkat desa  Jumani.

"Kami merasa ini ada upaya Kriminalisasi dan bisa jadi akan menambah kemarahan warga lain" ungkap Iyan warga desa Pucanglaban.

Menurutnya sering kali pihak Perhutani yang sesungguhnya menjadi biang kerok dari masalah kayu di kawasan Tulungagung selatan.

"Pencuri kayu itu sebenarnya di ketahui mandor, namun justru mandor dan pihak perhutani mencari biang dan menangkapi warga yang lemah dan tidak berani menangkap maling besar" imbuhnya.

Warga berharap kasus ilegal logging di selesaikan secara tuntas dan memeriksa pemain kayu termasuk pihak perhutani.

Kapolsek Pucanglaban AKP Suwarno membenarkan bahwa pihaknya meminta keterangan 5 warga yang lain untuk di lakukan penyidikan atas kejadian penggerudukan mapolsek yang menyebabkan tahanan kabur.

"Kita mintai keterangan dulu di Polres, Tahanan yang kabur merupakan tersangka yang harus menjalani proses hukum jadi harus kita tangkap kembali" Jelas Warno.

Warno menambahkan bahwa pihaknya tidak akan melakukan tebang pilih terhadap siapapun yang terlibat ilegal logging di daerahnya meskipun melibatkan petugas Perhutani.

"Siapapun akan kita sikat jika terbukti bersalah, kita tidak akan mentoleransi jika ditemukan buktinya" kata Suwarno.

Polsek Pucanglaban dibantu oleh jajaran rayon timur dan petugas Koramil yang berjumlah sekitar 50 orang tetap bersiaga di wilayah Desa Pucanglaban mengantisipasi kondisi susulan yang kemungkinan bisa terjadi. (nang)