Pembawa Shabu dan Ribuan Butir Ektasi Senilai 21 Milyar Ternyata Warga Aceh Timur

Aceh Tamiang- Supir truck intercooler warna putih bernopol BK, 9056 BU, Bahtiar Jhoni alias BJ Bin Muhammad Jamil (38), Warga Dusun Simpang Proyek, Desa Buket Seuraja Kecamatan Julok Kabupaten Aceh Timur, dibekuk Satuan Narkoba dan Sat Reskrim Polres Aceh Tamiang di Kawasan Kilometer 5 Kuala Langsa, sekira pukul 23.00 WIB, Minggu (18/01/15) lalu.
Saat dibekuk, polisi berhasil mengamankan 8 paket shabu-shabu seberat 6,1 kilogram dan 6 paket jenis pil ekstasi sebanyak 30 ribu butir yang didapati didalam truck intercooler tersebut.
Kapolres Aceh Tamiang AKBP Dicky Sondani, S.IK. MH melalui Kasat Narkoba Ipda Ferdian Candra, S.Sos kepada media ini menjelaskan, bahwa keberhasilan penangkapan shabu senilai Rp 21 Miliar itu, bermula dari adanya informasi masyarakat bahwa akan terjadi transaksi besar–besaran narkotika jenis shabu–shabu dan ekstasi dari Aceh ke Medan, Sumatera Utara.
"Dari hasil telaah dan analisa detail melalui pendalaman informasi, maka pada tanggal 15 Januari 2015 lalu, kita bersama Personil Sat Resnarkoba mendapat informasi tentang adanya transaksi besar–besaran narkotika jenis shabu beserta ekstasi dari Aceh ke Medan, namun belum kita endus identitas pelakunya, tapi kita sudah dapati kalau pelaku menggunakan mobil truck intercooler warna putih dengan Nopol BK 9056 BU," Tegas Ferdian Candra.
Masih menurut Candra, pada tanggal 16 Januari 2015, sekira pukul 07.00 WIB mobil yang menjadi Target Operasi (TO) melintas dari arah Medan dan langsung diikuti oleh personil Sat Narkoba." Saat itu mobil target berhenti pada sebuah rumah, Desa Buket Seuraja, dan setelah beberapa hari melakukan pengintaian di rumah pelaku, namun pihak pelaku tidak juga keluar dari rumahnya." Terangnya.
Namun demikian, pihaknya tak patah semangat, personil Sat Narkoba kembali mengikuti pergerakan pelaku pada tanggal 18 Januari 2015 sekira pukul 17.00 WIB, dan saat itu pula sang pelaku "Joni" keluar rumah dengan menggunakan mobil truck. Saat itu, Personil Sat Narkoba langsung mengikuti secara senyap, agar tersangka tak merasa diikuti.
Katanya lagi, pada hari yang sama, tersangka pergi menjumpai seseorang serta mengambil taq ikan warna putih, tepatnya dijalan Lintas Aceh–Medan, di Desa Birem Bayeun, Kecamatan Rantau Selamat, dan terus melanjutkan perjalanan menuju Medan.
Pada saat itu pengejaran terus berlanjut, dan sekira pukul 23.00, WIB, truck tersebut berbelok menuju Pelabuhan Kuala Langsa." Karena takut target akan hilang dari pantauan, truck yang sudah di curigai diberhentikan." Kisahnya.
"Ya…dikilometer 5 target kita berhentikan, dan hasil pemeriksaan, dari personil Sat Narkoba berhasil mengamankan  8 paket sabu – sabu seberat 6,1 kilogram dan 6 paket jenis pil ekstasi sebanyak 30.000 butir.
Menurut Candra, di samping mengamankan shabu–shabu dan pil ekstasi tersebut, personil Sat Narkoba juga mengamankan truk intercooler merk Mitsubishi warna putih BK 9056 BU, satu buah tas sandang berwarna hitam, satu unit handphone merk iphone 4 warna loreng coklat dan satu buah handphone merk nokia berwarna hitam.
"Bahtiar Joni merupakan tersangka utama, tapi menurut pengakuan dirinya hanya diiming-imingkan uang sebesar 150 juta oleh pemilik barang, yaitu sebagai kurir." Demikian Imbuh Candra seraya menambahkan, Tersangka terjerat Pasal 114 ayat (2), Pasal 115 ayat (2), Pasal 112 ayat (2) Undang – Undang RI no 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan pidana penjara paling lama 20 tahun. (Redaksi)