Bila Bank Aceh Tidak Dibangun : Bupati Bireuen Akan Ambil Alih Lahan Untuk Pembuatan Taman Hijau Kota

Bireuen,Beritalima
         Pembelian lahan milik Pemkab Bireuen seluas 3.688 m2 oleh Bank Aceh yang merupakan bekas terminal Bireuen – Ekspress ( BE) pada 2008 yang disebutkan akan dibangun Bank Aceh kini kumuh dan menjelekkan pandangan wajah Kota Bireuen.
         " Wajah Bireuen sangat jelek akibat lahan bekas terminal yang sudah dipagar seng oleh pemiliknya ( Bank Aceh ) sangat kumuh dan mengesankan Bireuen bagaikan kota hantu." Sebut sejumlah Supir Mini bus L 300.
         Bupati Bireuen H Ruslan M Daud melalui Kabag Humas dan Protokoler Setdakab Bireuen, Farhan Husein SE MM,ketika dikonfirmasi beritalima.com terkait kumuhnya lahan tersebut menyebutkan, bila dalam waktu dekat ini pihak Bank tidak membangun Bank Aceh maka lahan yang dibeli pada 2008 dan sudah 7 tahun terlantar akan diambil alih dan dibeli kembali pihak Pemkab Bireuen untuk membangun taman kota sesuai progam pembangunan Bireuen visit year 2018.
         Menurut Farhan Husein menyangkut dengan lahan tersebut pihak tokoh pendiri Bireuen dan juga sejumlah tokoh masyarakat mendesak Bupati Bireuen H Ruslan M Daud untuk mengambil alih lahan tersebut untuk pembangunan taman penghijauan kota daripada terbengkalai dan kumuh.
         Dalam kaitan tersebut , Kepala Bank Aceh Bireuen, Iskandar,SE yang bermaksud dikonfirmasi beritalima.com tidak ada di Bireuen dan menurut petugas dan Satpam di sana Bapak Kepala Bank Aceh Cbang Bireuen sudah ke Banda Aceh.
         Namun sebelumnya Rabu wartawan Koran Bireuen Jhoniful Bahri yang mengkonfimasinya terkait pembangunan Bank Aceh di lahan tersebut mengatakan dirinya tidak bisa memastikan kapan akan dibangun Bank Aceh, sebab pelaksanaan teknis tentang pembangunan gedung baru Bank Aceh Cabang Bireuen itu, merupakan wewenang pusat yang berkedudukan di Banda Aceh.
Pun demikian tambah Iskandar,SE berdasarkan surat nomor 7130/DIR/XII/2014 diterimanya disebutkan, perencanaan gambar dan detail struktur gedung Bank Aceh Cabang Bireuen, yang akan dibangun di atas tanah milik Bank Aceh seluas 3.688 M2 itu. sedang finalisasi tahap akhir," jelasnya.
Ditamahkan, jika tidak salah proses tender dilakukan akhir bulan Januari 2015 lalu dan diperkirakan pelaksanaan pembangunannya dimulai awal Maret 2015.
         Terkait dengan rencana anggaran pembangunannya sudah ada di Rencana Kebutuhan Barang Unit (RKBU) Bank Aceh sebesar Rp15 miliar dan surat tersebut sudah ditujukan ke Bupati Bireuen. Tembusannya ke Gubernur, DPRK setempat dan komisaris," katanya. ( Suherman Amin)
Foto : Farhan Husein,SE,MM berikut lokasi lahan yang akan  kumuh dan terlantar sehingga menambah kejelekan wajah kota Bireuen. ( Suherman Amin)