Jembatan Gantung Lapehan Makmur Bireuen Nyaris Ambruk

Bireuen,Beritalima,
         Sungguh sangat mengerikan bagi siapa yang melihatnya kecuali masyarakat  setempat sebab mereka sudah makanan sehari-hari terhadap Titi ( Jembatan ) gantung yang nyaris roboh dan menunggu korban.
      Betapa tidak ! Jembatan / titi gantung yang menghubungkan empat gampong ( Desa)  ke arah timur meliputi gampong Pulo Teungoeh,Krueng Baroe , Blang Tarakan dan Gampong muara bahkan tembus ke Kecamatan Sawang Aceh Utara.
      Menurut informasi dari masyarakat , Titi yang di bangun 21 tahun yang lalu (pada 1993) yang berlokasi di Gampong Lapehan Kecamatan Makmur Kabupaten Bireuen saat ini sudah sangat keropos .
         SMukhlis salah seorang warga setempat kepada beritalima Sabtu, 6 Pebruari 2015 menambahkan, jembatan ( titi ) itu satunya sarana transportasi yang tajam digunakan masyarakat baik untuk menangkut hasil perkebunan dan pertanian mereka untuk membawa ked an empat gampong untuk di jual .
         Mukhlis menambahkan, masyarakat sudah mengupayakan dengan memasang papan bantalan dengan kayu namun kini sudah keropos lagi. Kondisi jembatan gantung yang keropos sudah sangat mengerikan selain sudah termakan usia, penyangganya sudah berkaratan dan keropos, bahkan saat ini kondisi  landasannya semakin parah.
         Titi yang di bangun tahun 1993 .20 tahun sudah lamanya titi ini dan sekarang sudah mulai roboh,,titi tersebut berada di desa lapehan kec makmur kabupaten bireuen.
         Dijelaskan Mukhlis beberapa waktu lalu Waled pimpinan Dayah di kawasan setempat bersama isterinya pernah jatuh akibat robohnya papan jembatan dan jika jembatan itu tidak dipayakan untuk diperbaiki masyarakat khawatir akan memakan korban lagi.
         Hasil amatan beritalima.com, jembatan gantung yang berukuran 60 meter,lebar 1.60 dengan sokongan tiangnya 70 satu meter enam puluh.sokong tiangnya 70 nyaris putus. Begitu juga dengan bantalan bawah penahan jembatan sudah putus sekitar 5 meter.
         Tampak penahan bantalan jembatan saat ini sudah ditempelkan papan kelapa untuk menahan bantalan titi yang sudah putus 5 meter tersebut. Masyarakat sangat mengharapkan Pemerintah Kabupaten Bireuen,Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat segera memperbaikinya sebelum bertambah jatuhnya korban warga.
         " Saya heran terkait dengan jembatan itu sudah banyak sekali yang datang memfotonya bahkan di kala itu pada 2010 datang pihak berseragamm Dinas pejabat dan mengaatakan akan membangun pada 2011, namun ini sudah 2015 belum juga ada tanda-tanda untuk diperbaiki," Ungkap Mukhlis warga Lapehan Makmur,Bireuen. ( FAUZAN /Suherman Amin )
Teks Foto : Suasana jembatan gantung Lapehan yang saat ini sangat mengerikan dan menanti korban.(FAUZAN)