Laboratorium IPA SMP N 3 Bireuen Rusak Parah

Bireuen,Beritalima      Laboratorium IPA Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Bireuen rusak parah dan sangat mendesak untuk direhabilitasi  sebab sekolah tersebut sangat membutuhkannya konon lagi calon sekolah unggul.     Kepala SMP N 3 Jasmi,S.Pd kepada beritalima Senin sore mengakui Labor di sekolahnya memang sudah lusuh dan dikhawatirkan bila anak-anak sedang praktek lotengnya jatuh karena banyak yang nyaris roboh karena sudah termakan usia.      Disebutkan,sekolah yang dipimpinnya itu diusahakan untuk menjadi sekolah unggul karena banyak ruangan yang sudah bagus dan bahkan sudah ada yang dua tingkat.     Namun akibat labornya sudah termakan usia termasuk salah satu kendala yang merusak pandangan walaupun kita permak dengan cat dan kita letakkan bunga di depannya tampak juga wajah aslinya yang memang sudah keropos.      Selain itu tambah Jasmi,S.Pd jumlah siswa di sekolah SMPN 3 Bireuen mencapai 900 orang namun MCK guru dan siswa siswa satupun tidak ada hanya ada dua MCK itupun di ruang Kepala Sekolah dan Tata Usaha. Inipun sangat mendesak untuk diadakan MCK walaupun tidak memenuhi standar kuota anak minimal ada delapan unit MCK lagi dan dua MCK Guru.       Ironisnya yang sangat menyedihkan, para siswa dan guru yang terdesak untuk membuang hajatnya terpaksa berlari dan menggunakan MCK Kepala Sekolah atau lari ke Rumah warga di belakang sekolah sehingga sangat terganggu berbagai proses.      Hal lain yang memang sangat perlu perhatian adalah merehab ruang belajar sebab halaman sekolah di bahagian depan persisnya di lapangan volley bermasalah . Masalahnya di musim hujan terendam air dan bila ditimbun di kala musim hujan airnya masuk ke tiga ruangan belajar yang berada di samping lapangan volley.       Menurut Pak Jasmi solusinya agar terhindar hal tersebut solusinya hanya tiga ruangan tersebut di rehabilitasi dengan ditinggikan fondasinya.      Menjawab beritalima.com apakah semua kendala dan permasalahan yang terjadi di sekolah yang merupakan calon sekolah unggul itu, Pak Jasmi,S.Pd sudah berulangkali memberitahukan kepada Kepala Dinas baik secara lisan maupun tertulis bahkan usulan dengan proposal namun sepertinya belum ada dana untuk realisasi harapannya. ( Suherman Amin / Fauzan )