Makanan Aman Untuk Buah Hati Kita

Bojonegoro, Bagi anda yang memiliki putra-putri usia sekolah dan terbiasa memberikan uang jajan, maka anda patut berhati-hati karena panganan yang banyak dijajakan dilingkungan sekolah ternyata mengandung rodhamin B, boraks bahkan formalin. Belum lagi makanan-makanan tersebut banyak mengandung bahan pengawet dan perasa buatan. Terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang tidak sehat selain berdampak pada pemicu kanker, stroke dan jantung juga bisa mengakibatkan bahaya kurang gizi terselubung. Fakta ini terungkap saat acara launching dan pelatihan Gerakan Makanan Sehat Anak Sekolah Kabupaten Bojonegoro yang digelar hari ini, Sabtu (14/2) di Ruang pertemuan Kantor Dinas Pendidikan.

Dr. Junaidi S Lesmana dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dalam materinya mengatakan bahwa saat ini kita harus menyelamatkan anak-anak kita dari ancaman makanan yang berbahaya. Khususnya yang tersebar dilingkungan sekolah. Disinilah peran dan fungsi pengawasan, orang tua, guru dan pedagang menjadi sangat penting untuk menyajikan panganan yang layak konsumsi bagi anak-anak kita.  Karena anak hanya memilih makanan yang cocok dan mereka sukai padahal kandungan gizi belum tentu dimiliki, bahkan yang lebih mengkhawatirkan adalah adanya kandungan bahan berbahaya. Jika terlalu sering mengkonsumsi makanan tersebut maka akan memicu kanker. Menurut dr Junaidi, penyebaran kanker dewasa ini mengkhawatirkan demikian pula stroke, banyak menimpa usia 40 tahun. Selain itu asupan makanan yang hanya mengenyangkan berdampak buruk untuk kesehatan anak-anak. Diantaranya adalah ancaman bahaya  kurang gizi terselubung.

Banyak jajanan dipasaran yang sama sekali tidak memperhatikan unsur keamanan dan kesehatan. Oleh karenanya pemahaman dari pedagang inilah harus diubah. Bahwasannya menyediakan jajanan tidak sekedar berorientasi berdagang untuk mendapatkan keuntungan akan tetapi adalah menyediakan panganan yang aman dan layak dikonsumsi untuk anak-anak. Berikut adalah ancaman bahaya apabila anak-anak terlalu banyak mengkonsumsi panganan yang mengandung zat berbahaya. Yakni, jelas dr. Junaidi, antara lain Keracunan Bahan Additif Pangan, Kurang Gizi terselubung, Mudah terkena flu/demam/batuk, Mudah sakit perut/gangguan cerna, Diabetes, Stroke, Kadar Kolestrol Jahat Tinggi, Kadar Asam Urat Tinggi. Selain itu rentan pula terhadap Gagal ginjal, Alergi makanan, eksim, Asma , Autoimun serta Kanker payudara, usus besar, leukemia dan lain-lain. Melihat ancaman ini kita sebagai orang tua dituntut untuk lebih memberikan pengawasan dan pada saat menyediakan makanan yang dikonsumsi anak-anak kita. Demikian juga guru dan pedagang yang berada dilingkungan sekolah harus saling bersinergi dalam upaya menyediakan asupan gizi yang bermanfaat untuk buah hati kita.

Sebelumnya, Asisten III Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Yayan Rohman AP, MM dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Fakultas Kedokteran UI Iluni 87-88 yang akan berbagi ilmu kepada para peserta diantanya para guru dan pedagang kantin dilingkungan sekolah diwilayah Kabupaten Bojonegoro. Gerakan makanan sehat anak sekolah ini, adalah wujud kepedulian kita terhadap anak-anak kita yang nantinya merupakan generasi penerus bangsa. Kita tahu bahwa generasi ini adalah harapan bangsa, berhasil dan tidaknya mereka adalah bagaimana persiapan kita dalam menyiapkan mereka dimasa mendatang. Persiapan ini adalah sejak dini yang dimulai dari asupan gizi dan makanan yang dikonsumsi setiap hari. Pemberian makanan yang sehat, bergizi dan bernutrisi adalahpenentu utama untuk perkembangan fisik dan mental anak kita. Dijelaskan berdasarkan survey yang dilakukan BPOM, bahwasannya 99 persen anak-anak sekolah  jajan disekolah. Kemudian merilis dari Dinas Kesehatan Nasional bahan pangan tambahan masih dijumpainya zat-zat berbahaya di makanan yang banyak diperjualkan dilingkungan sekolah. Melihat hal ini maka Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyelenggarakan kegiatan pelatihan yang khusus kepada para pedagang kantin sekolah. Dalam kesempatan ini Asissten menghimbau agar para pedagang ini menyediakan makanan yang sehat, aman dan memiliki kandungan gizi. Komitmen ini sangat dibutuhkan untuk menjaga anak-anak kita dari ancaman makanan yang berbahaya. Semoga saja apa yang kita lakukan ini akan membawa dampak positif. Seluruh jajanan anak sekolah harus memenuhi syarat keamanan pangan, selanjutnya adanya kegiatan pro aktif dari lingkungan sekolah untuk ketersediaan jajanan yang aman. Dan adanya perlindungan efektif terhadap anak-anak kita. Terakhir adalah terbentuknya kesadaran luas dari pada orang tua, guru, dan pedagang untuk menyediakan jajanan yang aman dikonsumsi disekolah.

Narasumber kegiatan launching dan pelatihan gerakan makanan sehat anak sekolah ini selain dr Junaidi S Lesmana juga dr. Amaranila Lalita, SPKK dari FKUI Iluna 87-88 dan Tim GMSAS.