Pisang Barangan Matanggeulumpang dua Diminati Warga

Bireuen,Berita Lima         Warga masyarakat Bireuen,sangat minat mengkonsumsi pisang barangan (pisang ayam) Matanggeulumpangdua, Peusangan Kabupaten Bireuen karena rasanya manis dan beda dengan rasa pisang barangan dari daerah lain seperti pisang barangan konsumsi kawasan perbatasan Pidie dan Aceh Besar kawaswan Sare.        Menurut Tgk M Nasir yang menangkut pisang udari kawasan Matanggulumpangdua Peusangan untuk di jual ke pasaran, pemasaran pisang barangan Matang tembus ke Banda Aceh ibukota Provisi Aceh.            Selama beberapa tahun ini pisang barangan asal Matanggeulumpangdua Bireuen cukup banyak peminatnya karena selain manis juga tahan terhadap berbagai kondisi cuaca.            Sementara hal yang sama diungkapkan Tgk Jahidin warga Matang. Menurut Jahidin, minat warga masyarakat terhadap pisang barangan ini,semakin nyata sebab puluhan hektar tanaman pisang dikembangkan pada Kecamatan Peusangan Matanggeulumpang,Juli,Siblah Kreung , Peudada dan Kecamatan Plimbang, yang kini mereka merasa gembira karena harga jual pisang cukup tinggi mencapai Rp 10.000/sisir.            Dijelaskan Jahidin, kini petani sudah sejahtera untuk meningkatkan ekonomi tergantung pada panen pisang, bahkan bisa menyekolahkan anak mareka sampai ke Perguruan Tinggi di Seluruh Nusantara.            Disebutkan, pisang - pisang barangan asal Matang juga sudah dipasarkan ke seluruh Provinsi Aceh bahkan ke Medan Sumatera Utara,setiap hari sekitar tiga sampai empat truk dikirim ke dua daerah tersebut.            Sementara Hamzah Ali, petani pisang barangan lainnya  yang dihubungi di Kota Matanggeulumpangdua,menyebutkan petani sudah bergairah dalam menanam pisang,akibat harga cukup menguntungkan petani,apalagi minat dari masyarakat cukup besar,malah petani sudah bisa naik haji ke Tanah Suci Mekkah, dari hasil panen pisang barangan ini.  Selain hasil pisang sejumlah warga sudah mampu menunaikan ibadah haji, juga dengan hasil pisang telah banyak warga peusangan Kabupaten Bireuen tercetak sebagai kader intelektual hingga jenjang sekolah S2 dan S3 termasuk Rektor Unimus Bireuen DR Amiruddin Idris,SE,M.Si . ( FAUZAN ) Teks Foto : Tgk Jahidin warga Peusangan membawa pisang dengan sepedanya untuk dijual ke pasaran. ( FAUZAN)