Suryadharma Ali Mangkir dari Panggilan KPK

JAKARTA -- Bekas Menteri Agama Suryadharma Ali mangkir dari panggilan KPK. Sedianya dia diperiksa untuk pertama kali sebagai tersangka dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji di Kementerian Agama, hari ini.

Melalui pengacaranya, Suryadharma berdalih surat panggilannya bermasalah.

"Beliau, belum bisa hadir karena ada yang harus diklarifikasi terlebih dahulu," ujar pengacara Suryadharma Ali, Andreas Nahot Silitonga, seusai mengirim surat ketidakhadiran di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (4/2/2015).

Andreas menerangkan, Suryadharma Ali dan kuasa hukum merasa kebingungan dengan surat panggilan. Sebab, kata dia, surat panggilan berisi panggilan sebagai saksi untuk tersangka Suryadharma Ali sendiri. "Itu yang harus diklarifikasi dulu," imbuh dia.

Andreas mengaku, surat itu janggal. Sebab, kliennya sudah ditetapkan sebagai tersangka tapi dipanggil sebagai saksi. "Ini akan mengurangi dan menghalangi hak klien kami sebagai tersangka saat diperiksa," jelas dia.

Lantaran itu, Andreas mengakui, bekas Ketua Umum PPP tak akan hadir dalam pemeriksaan kali ini. Namun, dia berjanji kliennya hadir dalam pemeriksaan berikutnya. "Hari ini, Pak SDA belum datang dulu. Kami masih minta klarifikasi. Setelah ada kejelasan, pastilah kita kooperatif," tegas Andreas.

Untuk diketahui, Suryadharma ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu, 22 Mei 2014. Dia dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan atau pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto pasal 55 ayat (1) ke-(1) KUHPidana juncto pasal 65 KUHP.

(mtc/ri/rki)

0 comments:

Posting Komentar

Beri komentar anda, atau kirim email ke berita_lima@yahoo.com