Asyiknya Bertanam Sayur Hidoponik

Sidoarjo (BeritaLima.Com) - Kepala Dinas Pertanian Jawa Timur, Wibowo Eko Putro, mengatakan, kelebihan tanaman hidroponik di antaranya bisa langsung dimakan, karena tidak mengandung pestisida. "Sayur hidroponik itu enaknya bisa langsung dimakan, karena tak ada pestisidanya," ucapnya.
"Rasanya gurih. Dilalap begini saja gurih, apalagi ditambah sambal," lanjutnya sambil memetik daun sawi lalu mengunyahnya sampai habis saat di green house area Pasar Induk Modern Agrobis Puspa Agro, Minggu (22/3). 
Aksi pejabat tersebut spontan diikuti Direktur PT Puspa Agro, Abdullah Muchibuddin, dan Rudi dari DPD REI Jatim yang turut mendampingi dalam acara Gathering Hidroponik se-Indonesia yang diselenggarakan di Gedung Tani Pasar Induk Modern Agrobis Puspa Agro. Mereka, setelah membuka secara resmi pertemuan para petani hidroponik dengan menabuh kentongan, memang terus melangkah ke green house yang dikelola Koperasi Petani Hidroponik Jatim yang lokasinya tepat di belakang Gedung Tani.
Di green house seluas 560 m2 ini terdapat tanaman aneka sayuran dengan sistem NFT. "Konsumsi sayuran di setiap rumah tangga masih sangat kurang. Keberadaan kebun hidroponik ini diharapkan bisa merubah perilaku masyarakat untuk meningkatkan konsumsi sayuran sehat ini," kata Eko.
Eko berharap pertemuan anggota komunitas hidroponik bisa menular ke lingkup masyarakat lebih luas. "Kalau hari ini hadir 700 petani hidroponik dan mereka bisa menggandeng 10 orang di sekelilingnya, setidaknya sudah ada 7.000 petani hidroponik di negeri ini. Tak usah muluk-muluk, lakukan gerilya ala semut, perlahan tapi bisa bergerak jadi besar," tambahnya.
Lebih lanjut Eko sangat mendukung bila pemerintah memberlakukan aturan bagi pengembang di tanah air untuk mengalokasikan 40 persen area yang dibangun bagi pertanian holtikultur. "Di luar negeri, seperti Jepang sudah dilakukan itu. Jadi kita tidak perlu resah soal ketahanan pangan lagi nantinya," tukasnya.
Yoso Susrianto, Ketua Koperasi Petani Hidroponik Jatim, mengatakan, pihaknya tengah berusaha merubah kesan bertani adalah pekerjaan yang berkubang lumpur dan kotor. "Bertani hidroponik ini justru jauh dari image itu. Karena itu pula dalam kegiatan ini kami mengangkat tema Era Baru Pertanian Indonesia – Pemuda Bangga Menjadi Petani Hidroponik," jelas Yoso.
Menurutnya, green house di Puspa Agro ini merupakan satu-satunya di Indonesia. Dari aktivitas di kebun ini, diharapkan bisa menghasilkan 1 ton sayuran setiap bulan. "Permintaan sayuran sebetulnya sangat banyak, tapi kami belum bisa memenuhi. Namun setelah kini punya kebun sendiri, harapannya tentu bisa melayani permintaan, tak hanya konsumsi dalam negeri, melainkan juga pasar luar negeri," lanjut Ketua Komunitas Hidroponik Surabaya ini. (Gan)
Teks Foto: Kadis Pertanian Jatim bersama Ketua Koperasi Petani Hidopinik Jatim dan Direktur PT Puspa Agro.