Waduh Tega Ni, di Tapung Hulu Anak Balita Dianiya Ayah Tirinya Sampai Tewas

TAPUNG HULU - Penganiayaan terhadap anak kembali terjadi, kali ini mungkin lebih kejam lagi. Di Kecamatan Tapung Hulu, salah seorang bocah jenis kelamin perempuan tewas dianiaya oleh ayah tirinya.



Kapolres Kampar AKBP Ery Apriyono melalui Kapolsek Tapung Hulu AKP Nurman saat dikonfirmasi, kemarin, membenarkan adanya kejadian tersebut.

Menurut keterangan dari Kapolsek Tapung Hulu, bahwa peristiwa memilukan ini terjadi berawal dari laporan warga yang diterima oleh Polsek Tapung Hulu pada hari Jum'at tanggal 27 Maret 2015 lalu sekira pukul 21:30 WIB, berdasarkan laporan warga melalui telepon adanya anak dibawah umur meninggal duni a dengan tidak wajar di Desa Kasikan, dekat SMP Perkapen tepatnya dirumah orang tua korban.

"Selanjutnya, Unit Reskrim Polsek Taphul langsung turun ke TKP untuk mengecek kebenaran info tersebut, sampai di TKP yang dimaksud memang benar ada di temukan seorang anak perempuan dengan inisial IS (2,10) dengan jenis kelamin perempuan, ditemukan telah meninggal dunia diduga akibat penganiayaan," ungkapnya.

Selanjutnya kata mantan Kapolsek Kampar Kiri Hilir, terhadap korban lalu di bawa ke rumah sakit PTPN V Tandun untuk laks VER dan dr hsl pemeriksaan medis ditemukan ada luka memar di bagian kepala, tangan sebelah kanan patah, seluruh bagian perut bekas cubitan dan luka, di bagian pundak sebelah kiri patah luka lama, dibagian punggung luka memar, dipantat luka gores. 

"Saat kejadian ibu kandung korban DK tidak berada dirumah dan pelaku ayah tiri korban yaitu NN telah diamankan di Polsek Taphul," kata Nurman.

Dijelaskan Kapolsek, pelaku melakukan penganiayaan pada hari Jum'at tanggal 27 Maret 2015 sekira jam 15:00 WIB, dirumah kontrakkannya di desa Kasikan pelaku menganiaya dengan cara menyeret korban dengan posisi kaki yang ditarik kedalam kamar dan kemudian menampar kepala 5 kali.

"Lalu meninju dada korban sebanyak 3 kali sehingga korban tertelentang, kemudian menginjak perut korban sebanyak 2 kali lalu mencekik leher korban sebanyak 1 kali dan membenturkan kepala korban sebanyak 3 kali ke lantai semen rumah sampai akhirnya korban tidak bergerak lagi," ulas Nurman mantan Kapolsek Bangkinang Kota.

Disampaikannya, adapun penyebab pelaku melakukan perbuatan tersebut karena kesal dengan korban yang tidak mau makan dan selalu menangis dan sering buang air besar kalau ibunya tidak dirumah. 

Dari kejadian itu terungkap bahwa antara pelaku menikah dengan ibu korban pada tanggal 13 Januari 2015 secara sirih.

Selanjutnya, korban diserahkan kepada aparat desa dan warga untuk di laksanakan pemakaman setelah di Visum di rumah sakit PTPN-V Tandun dan jenazah di pemakaman umum belakang pasar desa Kasikan pada hari Sabtu tanggal 28 Maret 2015 pukul 10:30 WIB.

"Adapun pasal yang dikenakan kepada pelaku yaitu pasal 80 Ayat 3 UU RI 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 10 tahun penjara Jo Psl 351 (3) KUH Pidana ancaman 7 tahun penjara," pungkasnya.