Hari Ini, Gubernur Sumbar Resmikan 3 Jembatan di Padang Pariaman

PADANG PARIAMAN -- Hari ini, Jumat (20/3/2015), Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno meresmikan pemakaian Jembatan Batang Piaman di Nagari Lareh Nan Panjang, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman.
Pada kesempatan yang sama, gubernur sekaligus meresmikan dua jembatan lagi. Keduanya adalah Jembatan Subang-Subang, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, serta Jembatan Bukit Kanduang, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanahdatar.
Hadir pada acara peresmian tiga jembatan tersebut, Kepala Dinas Prasjal Tarkim Sumbar, Ir. Suprapto, MSi, didampingi Kabid Pelaksana Jalan dan Jembatan Indra Jaya, ST, Kabid Penataan Bangunan dan Lingkungan Ir. Ridha S Putra, M.Eng,SC, Kabid dan Kepala Dinas PU Padang Pariaman, Ir. Zainir Dt Rangkayo Mulie, ST.
Kamis (19/3/2015) sore, Kepala Dinas Prasjal Tarkim Sumbar Ir Suprapto MSi beserta rombongan dari Padang juga telah meninjau kesiapan acara peresmian.
Direktur PT Handaru Adhiputra (kontraktor pelaksana pembangunan jembatan – red), Ir Agus Widjaja menjelaskan, pembangunan ketiga unit jembatan itu merupakan satu paket proyek dengan nilai kontrak Rp25 miliar. Pelaksanaannya dengan masa kerja tiga tahun, 2012 s/d 2014.
Menurut Agus, Jembatan Batang Piaman memiliki bentang Tipe B 2x 35 meter dan lebar 7 meter, didukung jalan rabat beton 789 meter x 9 meter. Jembatan Bukit Kanduang Tipe B 60 x 7 meter didukung jalan rabat beton 350 meter x 9 meter. Sedangkan Jembatan Subang-Subang Tipe C 45 x 6 meter dengan didukung jalan rabat beton 85 x 7 meter.


* Hasil Perjuangan Gigih Walinagari

Informasi di lapangan menyebutkan, pembangunan Jembatan Batang Piaman itu terwujud berkat perjuangan gigih Azrul Aswat Tuanku Mudo SE MM – walinagari Lareh Nan Panjang (LNP) selama kurun waktu sembilan tahun, mulai 2004 s/d Oktober 2013. Ia disebutkan meminta pembangunan jembatan itu kepada Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi, bulan Ramadhan tahun 2005. Waktu itu Gubernur Gamawan Fauzi memimpin Tim Ramadhan ke Masjid Raya Nagari LNP. "Saya memang menyiapkan permohonan tertulis saat mendapat informasi gubernur akan datang," ujarnya.
Hal yang mendorong Azrul menyampaikan aspirasi ke gubernur karena LNP saat itu sangat terisolir. Untuk menuju pusat kecamatan saja, masyarakat LNP harus jalan memutar ke Kota Pariaman.
"Alhamdulillah… aspirasi kami langsung mendapat respons. Pak Gubernur di masjid itu juga memerintahkan Kepala Dinas Prasjal Sumbar Ir Hediyanto W MSc agar menindaklanjuti. Namun, prosesnya hingga selesai seperti saat ini sangatlah panjang," kata Azrul yang kini Staf Kantor Urusan Agama (KUA) VII Koto.
Tahun 2006, katanya, pembangunan jembatan dimulai dengan dana Rp800 juta, hanya berupa pembuatan dua tiang di kedua pinggir sungai. Tahun 2008 dilanjutkan pembangunan tiang tengah dengan dana Rp800 juta juga. Tahun 2011 pembuatan sayap kanan – kiri dengan dana Rp1 miliar. Penyelesaiannya baru tahun anggaran 2012 s/d 2014.
Azrul Aswad menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang mendukung terwujudnya jembatan itu. Di antaranya Gubernur Gamawan Fauzi, Hediyanto W, Gubernur Irwan Prayitno, Kadis Prasjal Tarkim Sumbar Suprapto, Bupati Ali Mukhni dan Kadis PU Padang Pariaman, Zainir.
"Terimakasih tak terhingga juga kepada masyarakat yang menyerahkan tanah mereka untuk pembangunan jalan dan jembatan itu," ujar Azrul.  

(ede)