Ke Depan Jaminan BPJS Ketenagakerjaan Kian Mantab

Sidoarjo (BeritaLima.Com) - Pemerintah berencana akan meningkatkan nilai jaminan sosial bagi pekerja peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Tidak hanya bea perawatan (bila peserta mengalami kecelakaan kerja) yang tidak berbatas, tapi juga asuransi kematian dan jaminan hari tua pun dinaikkan. Informasi tersebut diperoleh sekitar 30 wakil perusahaan peserta BPJS Ketenagakejaan Sidoarjo dari Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, E Ilyas Lubis, di The Sun Hotel Sidoarjo, Rabu (4/3/2915).

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sidoarjo, Ikeda Hendra Kussuma, dikonfirmasi di kantornya membenarkan hal itu. "Tapi itu sifatnya masih draf, masih nunggu PP (Peraturan Pemerintah), dan mudah-mudahan seperti itu," tukas Deni, panggilan akrab Ikeda Hendra Kusuma.

Peningkatan jaminan sosial tersebut terkait akan dimulainya program operasional penuh BPJS Ketenagakerjaan pada awal Juli 2015, dimana seluruh ketentuan Jamsostek tidak akan berlaku lagi dan akan berubah mengikuti ketentuan baru per 1 Juli 2015. "Pada prinsipnya ketentuan baru nanti akan lebih meningkatkan jaminan sosial peserta," kata Deni.

Secara rinci dijelaskan, Jaminan Kecelakaan Kerja yang selama ini berupa bea perawatan maksimal Rp 20 juta, ke depan sesuai draf yang diajukan akan menjadi tidak terbatas lagi. Selain itu, bagi peserta yang mengalami kecelakaan kerja juga akan mendapat santunan STMB (Sementara Tidak Mampu Bekerja) sebesar 100% gaji untuk 6 bulan pertama, 75% gaji untuk 4 bulan berikutnya, dan 50% gaji pada bulan seterusnya. Lebih dari itu, jika peserta mengalami cacat fisik akibat kecelakaan kerja dan harus pindah bagian kerja, peserta berhak mendapat pelatihan atau kurus sampai bisa dengan biaya dari BPJS Ketenagakerjaan.

Untuk perubahan Jaminan Hari Tua (JHT), sebagaimana disebutkan dalam draf, baru bisa diambil bila peserta sudah tidak bekerja minimal 10 tahun, bukan lagi 5 tahun sebagaimana ketentuan lama. Ketentuan baru tersebut dirancang dengan harapan peserta yang sudah tidak bekerja atau putus hubungan kerja masih bisa bekerja lagi sampai usia tidak produktif. "Karena program Jaminaan Hari Tua, ya diharapkan bisa dinikmati di saat sudah tua, bukan saat masih usia produktif," tandas pria yang SDnya negeri di Lamongan, SMPnya Khatolik di Sidoarjo, dan SMA Islam di Surabaya ini.

Sedangkan untuk program Jaminan Kematian (JKM), jika selama ini sebesar Rp 21 juta, ke depan juga akan ditingkatkan. "Namun berapa besarnya kenaikan JKM belum kami ketahui," kata Deni. "Yang jelas semua program akan ada kenaikkan jaminan," tambahnya.

Selain ketiga program yang sudah berjalan tersebut, pada awal Juli 2015 nanti BPJS Ketenagakerjaan akan menambah program baru Jaminan Pensiun, dan menjalankan program kepesertaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk JKK dan JKM. "Untuk Program Jaminan Pensiun, tahun pertama ini target kami 75 perusahaan. Sedangkan PNS di Kabupaten Sidoarjo yang sudah terdaftar bakal menjadi peserta tercatat sekitar 15.000 PNS," lanjut Deni.

Dengan peningkatan jaminan dan penambahan program baru tersebut diharapkan akan semakin banyak perusahaan dan pekerja yang sadar akan kebutuhan jaminan sosial. Sementara ini jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo, menurut Budi Jatmiko, Kabid Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo yang mendampingi Deni, tercatat sebanyak 2.564 perusahaan dengan 173.098 tenaga kerja. "Harapan kami seluruh pekerja terlindungi jaminan sosial," pungkas Deni. (Gan)

Teks Foto: Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo, Ikeda Hendra Kusuma.